Membentuk Generasi Z yang Beriman: Strategi Pembelajaraan Pak Interaktiif Berbasis Digital
Main Article Content
Abstract
Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997–2012, merupakan generasi digital native yang tumbuh dalam lingkungan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat. Kedekatan mereka dengan smartphone, media sosial, dan platform digital membentuk pola pikir, gaya belajar, serta cara berinteraksi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Namun, pendekatan tradisional Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan sering kali tidak sejalan dengan karakteristik tersebut, sehingga berdampak pada menurunnya minat dan motivasi belajar siswa. Berbagai survei menunjukkan bahwa sebagian besar Generasi Z di Indonesia menghabiskan waktu lebih dari tujuh jam per hari dengan perangkat digital, yang disertai paparan nilai-nilai relativistik, individualistik, dan pragmatis. Kondisi ini berpotensi mengikis pemahaman doktrin Kristen dasar serta sensitivitas moral remaja, terutama dalam konteks pembelajaran hybrid pasca-pandemi yang belum sepenuhnya direspons oleh kurikulum PAK konvensional. Oleh karena itu, diperlukan transformasi PAK melalui penerapan strategi pembelajaran interaktif berbasis digital, seperti gamifikasi, pemanfaatan augmented reality dalam pembelajaran kisah Alkitab, serta pengembangan komunitas virtual berbasis iman. Pendekatan ini mendorong pergeseran paradigma dari teacher-centered menuju student-centered, sehingga peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembentukan iman. Adaptasi yang relevan terhadap karakteristik Generasi Z menjadi kunci agar PAK tetap bermakna dan mampu mempertahankan keterlibatan generasi muda dalam kehidupan iman dan gereja di era digital.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Bessie, B. G. W., Saekoko, N., & Syahputra, A. W. (2025). Pendidikan Agama Kristen dan identitas Generasi Z: Studi tentang pengaruh budaya populer terhadap pemahaman nilai-nilai Kristiani. Berkat: Jurnal Pendidikan Agama dan Katolik, 2(2), 58–71.
Gulo, N. (2025). Peran Generasi Z dalam Pendidikan Agama Kristen di tengah disrupsi teknologi. REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen, 3(2), 223–232.
Gulo, R. P., & Zai, N. (2024). Kontekstualisasi filsafat pendidikan Kristen di era digital: Menuju pembelajaran yang adaptif dan relevan. SAINT PAUL’S REVIEW, 5(1), 99–115.
Harmadi, M., Mariani, & Jatmiko, A. (2020). Pembelajaran efektif Pendidikan Agama Kristen bagi Generasi Z. Penerbit Akademik.
Nazara, L. A. B. (2025). Memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi Generasi Z mengenai etika Kristen di era digital. Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 5(1), 1–15.
Nugroho, G. N., Bone, W. G., Mangasse Tandisau, Y., Oktavia, I., & Febrianti, F. (2025). Integrasi Pendidikan Agama Kristen dengan teknologi digital dalam membentuk karakter moral Generasi Z: Sebuah kajian pustaka. Jurnal Pendidikan Dirgantara, 2(4), 199–216.
Pew Research Center. (2020). On the cusp of adulthood and facing an uncertain future: What we know about Gen Z so far. Pew Research Center.
Redaksi. (2024). Characteristics of Generation Z and its impact on education. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Alih Media, 12(3), 88–102.
Sutanto, H. (2021). Peran orang tua sebagai pendidik iman dalam keluarga Kristen. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan, 20(1), 45–60.
Westerhoff, J. H. (2012). Will our children have faith? Church Publishing.
UNESCO. (2024). Digital transformation in education: Reimagining faith-based learning. UNESCO.