Keesaan Gereja Sebagai Panggilan Iman dan Tanggung Jawab Oikumenis
Main Article Content
Abstract
Keesaan gereja merupakan prinsip sentral dalam teologi Kristen yang bersumber dari doa Yesus agar semua orang percaya mengalami kesatuan yang utuh dalam iman dan kasih. Konsep ini bukan sekadar ideal teologis, tetapi menjadi panggilan nyata bagi setiap komunitas Kristiani untuk hidup dalam harmoni dan saling membangun. Namun, sejarah gereja menunjukkan kenyataan yang berbeda: perpecahan kerap muncul akibat perbedaan teologi, praktik liturgi, tradisi budaya, serta pengaruh konteks sosial-politik. Fenomena fragmentasi ini menuntut refleksi teologis yang mendalam mengenai makna kesatuan dan cara mewujudkannya di tengah keragaman. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis untuk mengkaji literatur Alkitabiah, tulisan teologis, jurnal ilmiah, dan karya para pakar eklesiologi. Analisis menunjukkan bahwa keesaan gereja memiliki fondasi teologis yang kuat pada Allah Tritunggal dan karya penebusan Kristus, yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai dimensi: kesatuan spiritual melalui hubungan dengan Allah, kesatuan dalam pengakuan iman, kesatuan ibadah sebagai ungkapan penyembahan bersama, serta kesatuan dalam misi pelayanan kepada dunia. Dalam konteks kekristenan kontemporer, gerakan oikumenis muncul sebagai jawaban atas fragmentasi gereja. Gerakan ini menekankan dialog, rekonsiliasi, kolaborasi lintas denominasi, serta kesaksian bersama di tengah masyarakat. Oleh karena itu, tanggung jawab oikumenis tidak sekadar bersifat praktis atau administratif, melainkan merupakan mandat iman yang harus diwujudkan melalui komitmen pada keadilan, perdamaian, dan pelayanan kemanusiaan, sehingga kesatuan gereja dapat menjadi saksi hidup bagi dunia.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Anin, Y. R. (2024). Peran Guru PAK sebagai Teladan Bagi Peserta Didik di Era Globalisasi. Coram Mundo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1).
Budiyanto, H., Haisoo, M., Patricia, E., & Pello, S. (2023). Wawasan Eklesiologi Yang Inklusif Bagi Terciptanya Keesaan Gereja. Jurnal Semper Refermanda, 5(1), 16–24.
Dakhi, T. N. (2024). Peran Oikumene : Menjalin Perdamaian Lintas Gereja. Lumen: Jurnal Pendidikan Agama Katekese Dan Pastoral, 3, 2.
Daud, I. K. A. (2021). Gereja dalam Gerakan Misi Di Indonesia. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 2(2), 1–15.
Hastings, A. (2000). The Development of Modern Ecumenism. Journal of Ecclesiastical History, 2.
Higton, M. (2013). Unity, Truth, and the Ecumenical Movement. Ecclesiology, 2.
Lumbantoruan, T. P., Situmorang, M., Teologi, P., Ilmu, F., Institut, T., Kristen, A., Iakn, N., Teologi, P., Ilmu, F., Institut, T., Kristen, A., & Iakn, N. (2025). Gerakan Oikumene di Indonesia dan Tantangan Lintas Agama menghargai dan toleransi , meskipun sering terkendala oleh tekanan sosial dan. Sukacita : Jurnal Pendidikan Iman Kristen, 1.
Menang, M., Padang, I. P., & Situmorang, M. (2025). Peran Oikumene Dalam Misi Gereja Untuk Perdamaian Dan Keadilan Sosial. Pengharapan : Jurnal Pendidikan Dan Pemuridan Kristen Dan Katolik, 1.
Noll, M. (2013). Turning Points: Decisive Moments in the History of Christianity. Baker Academic.
Paulina Silitonga. (2025). Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora. Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(1), 1122–1132.
Pratama, R. A. (2017). Pentingnya pendidikan karakter dalam dunia pendidikan modern. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 2.
Radner, E. (2010). The unity of the church and the struggle of Christian identity. International Journal for the Study of the Christian Church., 3.
Sapan, E. B. (2021). Oikumene : Kehidupan Oikumene Gereja Toraja Dengan Gereja Pentakosta di Indonesia Bagi Kehidupan Bermasyarakat di Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja. KAMASEAN: JURNAL TEOLOGI KRISTEN, 2(1), 59–75.
Situmorang, M., & Naibaho, S. P. (2025). Oikumene Sebagai Pondasi Persatuan Umat. Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama, 3(3).
Tampubolon, M. (2023). Metode Penelitian Metode Penelitian. Metode Penelitian Kualitatif, 3(17), 43.