Penerapan Tiga Teori Klasik dalam Sejarah Pendidikan AgamaKristen dan Relevansinya bagi Pembelajaran PAK di EraDigital
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji penerapan tiga teori klasik yang memiliki peranan penting dalam sejarah Pendidikan Agama Kristen (PAK), yaitu teori katekisasi, konsep paideia Kristen sebagai pendidikan yang bersifat transformatif, serta pendidikan rumah tangga atau parental Christian nurture, dan menelaah relevansinya dalam konteks pembelajaran PAK di era digital. Latar belakang penelitian ini didorong oleh kesadaran bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola belajar peserta didik, sehingga diperlukan peninjauan ulang terhadap prinsip-prinsip pembinaan iman Kristen yang telah diterapkan sejak masa gereja mula-mula. Prinsip-prinsip tersebut perlu dipahami kembali agar tidak kehilangan makna teologisnya, sekaligus mampu menjawab tantangan pendidikan kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara sistematis ketiga teori klasik tersebut, menganalisis relevansinya dalam praktik pembelajaran PAK masa kini, serta merumuskan strategi rekontekstualisasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis kritis terhadap buku-buku sejarah PAK, artikel jurnal ilmiah, dan literatur teologis-pedagogis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori katekisasi tetap penting dalam membangun dasar iman yang terstruktur, paideia Kristen relevan dalam membentuk karakter dan spiritualitas yang transformatif, serta pendidikan rumah tangga berperan strategis dalam menanamkan nilai iman secara berkelanjutan. Namun demikian, ketiga teori tersebut memerlukan penyesuaian melalui integrasi teknologi digital, seperti pemanfaatan platform pembelajaran daring, media audio-visual, dan aplikasi interaktif. Kesimpulannya, teori-teori klasik PAK tetap relevan dan dapat memperkaya pembelajaran di era digital apabila direkontekstualisasi secara kreatif dan kontekstual.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Boehlke, R. R. (2009). Sejarah perkembangan pikiran dan praktik pendidikan agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Groome, T. H. (2011). Will there be faith? A new vision for educating and growing disciples. New York, NY: HarperOne.
Hutahaean, V. (2018). Pola asuh Kristen kontemporer dalam pembentukan iman anak. Jurnal Studi Pastoral, 5(1), 56–72.
Luther, M. (2000). The large catechism (R. Kolb & T. J. Wengert, Eds.). Minneapolis, MN: Fortress Press. (Karya asli diterbitkan 1529)
Pazmiño, R. W. (2008). Foundational issues in Christian education: An introduction in evangelical perspective (3rd ed.). Grand Rapids, MI: Baker Academic.
Prensky, M. (2010). Teaching digital natives: Partnering for real learning. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.
Sidjabat, B. S. (2011). Mengajar secara profesional dalam perspektif Kristen. Bandung: Kalam Hidup.
Sembiring, M. B. (2021). Strategi iman keluarga Kristen di era digital. Jurnal Pendidikan Kristiani, 7(2), 101–120.
Susanti, E. (2021). Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Jurnal Pendidikan dan Teologi Kristen, 3(1), 45–60.
United Bible Societies. (2019). Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.
Wahyuni, S. (2021). Pembelajaran Interaktif untuk Generasi Z. Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(3), 78–90.
Zubaedi. (2015). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan Jakarta: Kencana