Pembinaan Orang Dewasa Tengah Baya

Main Article Content

Enjelika Sihite
Nike Herlina Simanullang
Surtania Simanullang
Lasma Hutagalung

Abstract

Pembinaan orang dewasa tengah baya merupakan sebuah proses strategis yang bertujuan untuk mendukung perkembangan spiritual, emosional, dan sosial bagi individu yang berada pada fase peralihan antara kedewasaan awal dan kedewasaan lanjut. Pada tahap ini, seseorang kerap menghadapi berbagai dinamika kehidupan yang kompleks, seperti perubahan peran dalam keluarga ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, tuntutan pekerjaan yang semakin meningkat, serta pencarian makna hidup yang lebih mendalam seiring bertambahnya usia. Situasi tersebut menimbulkan kebutuhan akan pendampingan yang mampu membantu mereka memahami perubahan-perubahan yang terjadi, sekaligus membangun ketahanan pribadi dalam menghadapi tekanan hidup. Program pembinaan bagi kelompok usia ini dirancang untuk memberikan ruang refleksi, memperkuat relasi antarindividu, serta memperdalam pemahaman iman melalui pendekatan pastoral, edukatif, dan konseling yang terintegrasi. Pendekatan tersebut tidak hanya menekankan penguatan spiritual, tetapi juga mengembangkan kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, serta kesadaran diri terhadap panggilan hidup dan tanggung jawab moral. Gereja maupun lembaga pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam merancang strategi pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti melalui kelompok pendampingan, retret rohani, pelatihan kehidupan keluarga, dan pendidikan iman yang kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembinaan yang efektif bagi orang dewasa tengah baya harus bersifat holistik, relevan dengan pengalaman hidup peserta, serta mendukung pertumbuhan rohani yang berkelanjutan. Dengan demikian, pembinaan bukan hanya menjadi sarana untuk mengatasi tantangan hidup, tetapi juga media untuk memperbarui spiritualitas dan memperkuat kualitas kehidupan secara menyeluruh.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Brookfield, S. D. (2013). Powerful techniques for teaching adults. Jossey-Bass.

Cavanaugh, J. C., & Blanchard-Fields, F. (2018). Adult development and aging (8th ed.). Cengage Learning.

Hutabarat, R. (2022). Spiritual formation in middle adulthood: A qualitative perspective. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 15(2), 112–125.

Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner: The definitive classic in adult education and human resource development (8th ed.). Routledge.

Manurung, D. P. (2023). Holistic ministry approaches for adult spiritual development. Jurnal Pelayanan Gerejawi, 9(1), 45–58.

Pazmino, R. W. (2012). Foundations of Christian education: An introduction to evangelical perspectives (2nd ed.). Baker Academic.

Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Simanjuntak, M. A. (2021). Pendekatan kualitatif dalam studi pembinaan warga gereja. Jurnal Ilmu Pendidikan Kristen, 7(3), 201–214.

Stone, H. W., & Duke, J. O. (2013). How to think theologically (3rd ed.). Fortress Press.

Sutanto, A. (2016). Pembinaan rohani orang dewasa dalam konteks gereja masa kini. BPK Gunung Mulia.

Tampubolon, J. (2020). Descriptive qualitative method in ecclesial research. Jurnal Pendidikan dan Pastoral, 11(4), 88–99.

Yount, W. R. (2010). Created to learn: A Christian teacher’s introduction to educational psychology (2nd ed.). B&H Publishing.