Analysis of the Role of Government and Society in Addressing Religious Conflicts in Siompin Village, Suro Subdistrict - Aceh Singkil Regency

Main Article Content

Sarnita Bancin
Meditatio Situmorang
Gracetinovitria Berliana Butarbutar

Abstract

This study aims to analyze the role of the government and society in addressing religious conflicts in Siompin Village, Suro Subdistrict, Aceh Singkil Regency, particularly those involving disputes over the construction of houses of worship in 2015, concerning the existence and legality of non-Muslim worship buildings. The research employs a case study method, with data collected through interviews and document analysis. The findings indicate that the government’s role—through regulatory enforcement and mediation—has not been fully effective in conflict resolution. Meanwhile, the community, including religious and local leaders, plays a crucial role in maintaining harmony and promoting reconciliation. The analysis shows that conflict mitigation efforts can be categorized into two main strategies. The first is a short-term approach, involving rapid responses to conflict escalation and mediation facilitated by the government and community leaders. The second is a long-term strategy, focusing on developing interfaith dialogue, strengthening understanding of regulations, and encouraging active community participation in decision-making on religious issues. The study concludes that strong collaboration between the government, religious leaders, and the community is essential to establish an effective conflict management framework. The government needs to be more proactive in enforcing regulations fairly and providing dialogue forums, while the community must continue to uphold tolerance and participate in preventive efforts. Strengthening policies that promote community participation is also necessary to build trust, prevent potential future conflicts, and preserve social harmony in Siompin Village.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Aisyah, S. (2020). Dialog antarumat beragama di Aceh: Peluang dan tantangan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ananda, F., & Nur Ashifa, W. A. (2024, January). Peran dialog antar agama dalam mewujudkan lingkungan yang harmonis dan keselarasan dalam masyarakat. Global Islamika: Jurnal Studi dan Pemikiran Islam, 2(2), 11–19.

Ali, S. (2022). Pencegahan konflik di masyarakat multikultural: Studi kasus di Aceh. Medan: Penerbit Universitas Sumatera Utara.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh Singkil. (2022). Laporan tahunan pembangunan sosial dan politik. Aceh Singkil: Biro Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Singkil. (2023). Data statistik sosial di Aceh Singkil. Aceh Singkil: BPS.

Berutu, A. G. (2024, November). Konflik atas nama agama di Aceh Singkil. LP2M-PRESS UIN Salatiga.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Coser, L. A. (1956). The functions of social conflict. Glencoe, IL: Free Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Singkil. (2022). Laporan kegiatan dialog antar agama. Aceh Singkil: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Dinas Pendidikan Aceh Singkil. (2022). Program sosialisasi toleransi dan kerukunan. Aceh Singkil: Dinas Pendidikan.

Dinas Sosial Aceh Singkil. (2022). Laporan tahunan pembangunan sosial. Aceh Singkil: Dinas Sosial.

Dinas Sosial Kabupaten Aceh Singkil. (2023). Statistik partisipasi kegiatan lintas agama. Aceh Singkil: Dinas Sosial.

Fitriani, L. (2021). Pendidikan toleransi beragama di sekolah: Studi kasus di Aceh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fukuyama, F. (2013). Political order and political decay: From the industrial revolution to the globalization of democracy. New York: Farrar, Straus and Giroux.

Hartono, D., & Marulitua, D. (2020, May 5). Peran agama menciptakan perdamaian dunia. Jakarta: BINUS University.

Hasan, N. (2018). Tokoh masyarakat dan perannya dalam resolusi konflik. Malang: UIN Malang Press.

Nasution. (2018). Konflik sosial di Aceh. Banda Aceh: Penerbit Aceh Press.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative research & evaluation methods (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Panggabean, S. R., Ali-Fauzi, I., et al. (2014). Pemolisian konflik keagamaan di Indonesia: Edisi ringkas. Jakarta: PUSAD Paramadina.

Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Lembaran Negara.

Peraturan Daerah Aceh Singkil. (2021). Peraturan tentang izin mendirikan bangunan tempat ibadah. Aceh Singkil: Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.

Peraturan Desa Siompin Nomor 1 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa. (2019). Aceh Singkil: Pemerintah Desa Siompin.

Perdana, A. P. (2022, August 2). Analisis kekerasan atas nama agama dalam perspektif politik di Indonesia. Bandar Lampung: Universitas Malahayati.

Pratiwi, W. I. (2020). Dialog antar agama–konflik: Jalan damai konflik Islam–Kristen di Aceh Singkil tahun 2015. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 4(1).

Purnama, R. (2023). Peran masyarakat dalam penanggulangan konflik di Indonesia. Yogyakarta: Penerbit UGM.

Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. New York: Simon & Schuster.

Rahman, A. (2020). Penegakan hukum dalam konflik agama di Indonesia. Bandung: Alfabeta.

Rahman, F. (2019). Pendidikan dan toleransi: Akar-akar konflik di Indonesia. Jakarta: Salemba Humanika.

Rahman, I. (2021). Dialog antaragama di Aceh: Membangun toleransi dan keadilan sosial. Banda Aceh: Penerbit Aceh Press.

Ramadhan, I. (2019). Peran masyarakat dalam menjaga toleransi beragama. Jakarta: Rajawali Pers.

Rifan, D. (2019). Peran lembaga adat dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Desa Siompin Kecamatan Suro Kabupaten Aceh Singkil. Aceh Singkil: Peneliti Independen.

Safrilsyah, & Mauliana. (2016). Konflik antar umat beragama di Kecamatan Suro Aceh Singkil. Dalam Kapita selekta perbandingan agama (pp. 45–60). Banda Aceh: Ushuluddin Publishing.

Sari, R. (2020). Media sosial dan kampanye toleransi di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Soekanto, S. (2019). Partisipasi masyarakat dalam kebijakan publik. Jakarta: Rajawali Press.

Supriyadi, A. (2021). Pendidikan toleransi di era modern. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Surya, A. (2020). Dinamika sosial masyarakat Aceh. Jakarta: Penerbit Kebangsaan.

Sutrisno, E. (2015). Kebijakan publik dan partisipasi masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Syarif, M. (2023). Pengaturan pendirian rumah ibadah dan konflik antar umat beragama di Kabupaten Aceh Singkil. Al-Ijtima`i: International Journal of Government and Social Science, 8(2).

Tilly, C. (2003). The politics of collective violence. New York: Cambridge University Press.

T. Saifullah, Aksa, F. N., & Alfikri, A. (2020, November). Peran pemerintah Aceh dalam penanganan konflik keagamaan antar mazhab Islam. Jurnal Ilmu Hukum REUSAM, 8(2).

UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (2014). Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.

Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology. Berkeley: University of California Press.