Strategi Pengembangan Produk Kue Talam Khas Tarutung sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner di Kabupaten Tapanuli Utara
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi Kue Talam khas Tarutung sebagai kuliner tradisional yang memiliki cita rasa, karakteristik, dan nilai budaya lokal, namun pemanfaatannya sebagai produk wisata kuliner belum optimal. Salah satu kendalanya adalah kemasan yang masih sederhana sehingga kurang mendukung kepraktisan sebagai oleh-oleh. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Kue Talam khas Tarutung sebagai daya tarik wisata kuliner dan strategi pengembangan produknya di Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha Kue Talam, Dinas Pariwisata, dan pengelola Rumah Kemasan Tapanuli Utara. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kue Talam khas Tarutung memiliki potensi sebagai daya tarik wisata kuliner karena memiliki karakteristik tradisional, proses pembuatan yang masih dipertahankan, serta dapat menjadi produk oleh-oleh bagi wisatawan. Potensi tersebut terlihat melalui unsur Something to See, Something to Do, dan Something to Buy. Pengembangan produk tidak diarahkan pada perubahan cita rasa dan karakter tradisional, tetapi pada aspek pendukung, terutama kemasan. Strategi pengembangan kemasan mempertimbangkan ketahanan, biaya, ukuran, dan kenyamanan, dengan kemasan yang lebih praktis, aman, tertutup, serta memiliki identitas berupa nama produk, logo, dan asal daerah. Dengan demikian, pengembangan kemasan yang tetap mempertahankan cita rasa dan karakter tradisional dapat mendukung Kue Talam khas Tarutung sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner di Kabupaten Tapanuli Utara.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Annisa Nabila, S. A. (2023). Potensi Makanan Tradisional Kue Bika Tutung Sebagai Daya Tarik Wisata Di Daerah Mandailing Natal. Jurnal Ilmiah Pariwisata Imelda, 1(2), 16–24.
Assayakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer, 3(1), 1–9.
Klimchuk, M. R., & Krasovec, S. A. (2012). Packaging Design: Successful Product Branding from Concept to Shelf (2nd ed.). John Wiley & Sons.
Maharani, N. D., & Gusnadi, D. (2024). Inovasi Produk Kue Talam Berbasis Daun Kale. Jurnal Pengolahan Pangan, 9(2), 57–62.
Putriana, A., & Sitepu, J. P. (2022). Potensi dan Daya Tarik Wisata Kuliner Bolu Meranti untuk Pengembangan Pariwisata di Kota Medan. 1(2), 34–37.
Riady, I., Mulyadi, B., & Rosari, D. (2023). Tourism Investment Potential in the North Tapanuli District.
Wayan, N., Cokorda, S., & Raka, I. (2020). Developing Culinary Tourism: The Role of Traditional Food as Cultural Heritage in Bali. 406, 188–192.
Yoeti, O. A. (2019). Daya tarik wisata dan konsep Something to See, Something to Do, dan Something to Buy. (Rujukan teori sebagaimana digunakan dalam skripsi).