Strategi Kuratorial Rumah Karya Indonesia dalam Merevitalisasi Budaya Batak Melalui Event Kebudayaan

Main Article Content

Wantry Novita Tampubolon

Abstract

Revitalisasi budaya melalui event kebudayaan menghadapi tantangan globalisasi, perubahan selera audiens, dan kecenderungan menjadikan budaya sebagai komoditas hiburan. Dalam konteks tersebut, strategi kuratorial menjadi penting karena berperan dalam menentukan bagaimana nilai budaya dipilih, ditafsirkan, dikomunikasikan, dan dikemas sebagai pengalaman yang relevan bagi masyarakat kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kuratorial Rumah Karya Indonesia (RKI) dalam merevitalisasi budaya Batak melalui event kebudayaan, meliputi tahap pra-event, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 11 informan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kuratorial RKI bersifat kontekstual, negosiatif, dan siklikal. Pada tahap pra-event, tema dan materi budaya dipilih berdasarkan relevansi sosial, kedalaman filosofis, kualitas artistik, serta peluang kolaborasi antargenerasi. Pada tahap pelaksanaan, budaya dikemas melalui pertunjukan, kolaborasi tradisional-kontemporer, workshop, teknologi, dan media sosial. Keterlibatan masyarakat telah terbentuk, tetapi penerapan community-based tourism masih parsial karena keputusan kuratorial utama berada pada tim RKI. Evaluasi respons audiens juga belum terdokumentasi secara sistematis. Strategi kuratorial RKI berperan sebagai instrumen komunikasi, edukasi, dan revitalisasi budaya Batak dengan menjaga keseimbangan antara autentisitas dan inovasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Getz, D. (2008). Event tourism: Definition, evolution, and research. Tourism Management, 29(3), 403–428. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2007.07.017

Getz, D., & Page, S. J. (2016). Progress and prospects for event tourism research. Tourism Management, 52, 593–631. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2015.03.007

Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594

Prentice, R., & Andersen, V. (2003). Festival as creative destination. Annals of Tourism Research, 30(1), 7–30. https://doi.org/10.1016/S0160-7383(02)00034-8

Richards, G. (2006). The festivalization of society or the socialization of festivals? The case of Catalunya. In G. Richards (Ed.), Cultural tourism: Global and local perspectives (pp. 257–280). Routledge.

Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2018.03.005

Richards, G. W., & Raymond, C. (2000). Creative tourism. ATLAS News, 23, 16–20.

Richards, G., King, B., & Yeung, E. (2020). Experiencing culture in attractions, events and tour settings. Tourism Management, 79, Article 104104. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2020.104104

Smith, M. K., & Robinson, M. (Eds.). (2006). Cultural tourism in a changing world: Politics, participation and (re)presentation. Channel View Publications.

Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(00)00009-1