Analisis Penerapan Prinsip-prinsip Pariwisata Berkelanjutan di Kawasan Salib Kasih Siatas Barita Kebupaten Tapanuli Utara

Main Article Content

Ardin Jultriman Mendrofa
David Fero
Mery Silalahi
Elvri Teresia Simbolon

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan di Kawasan Salib Kasih Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, dengan menitikberatkan pada dimensi lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Agustus 2026. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan informan yang meliputi pengelola UPT Salib Kasih, pelaku UMKM, masyarakat sekitar, dan wisatawan. Data sekunder diperoleh dari dokumen profil kawasan, data kunjungan, serta regulasi terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data naratif, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan telah berlangsung, tetapi belum optimal dan belum terintegrasi secara komprehensif. Pada dimensi lingkungan, kebersihan dan pemeliharaan vegetasi telah dilakukan, tetapi pengelolaan sampah, keterbatasan air bersih, konservasi, dan penggunaan energi terbarukan masih menjadi persoalan. Pada dimensi sosial-budaya, pelestarian simbol sejarah, seni budaya Batak Toba, dan keterlibatan tenaga kerja lokal telah berjalan, tetapi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan masih terbatas. Pada dimensi ekonomi, UMKM dan peluang kerja berkembang, namun produk lokal belum mendominasi. Penelitian menyimpulkan bahwa Salib Kasih memiliki modal kuat sebagai destinasi wisata religi berkelanjutan, tetapi memerlukan tata kelola terpadu, penguatan partisipasi masyarakat, konservasi lingkungan, dan pengembangan produk lokal berbasis identitas Batak Toba serta penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan untuk menjamin keberlanjutan destinasi jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Babu, M. A., Wulandari, L. W., & Susanto, D. R. (2024). Implementasi kearifan lokal untuk pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Boti Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 7(3), 34–42. https://doi.org/10.23887/jmpp.v7i3.85444

Bramwell, B., & Lane, B. (2011). Crises, sustainable tourism and achieving critical understanding. Journal of Sustainable Tourism, 19(1), 1–3. https://doi.org/10.1080/09669582.2010.535743

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Global Sustainable Tourism Council. (2019). GSTC destination criteria v2.0: With performance indicators and SDGs. Global Sustainable Tourism Council.

Hall, C. M. (2019). Constructing sustainable tourism development: The 2030 agenda and the managerial ecology of sustainable tourism. Journal of Sustainable Tourism, 27(7), 1044–1060. https://doi.org/10.1080/09669582.2018.1560456

Hatibie, I. C., Dai, S. L., & Lagalo, A. M. S. (2020). Kajian penggunaan kriteria dan indikator GSTC sebagai instrumen penilaian pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis lingkungan. TULIP: Tulisan Ilmiah Pariwisata, 3(2), 42–48. https://doi.org/10.31314/tulip.3.2.42-48.2020

Kiswantoro, A., & Susanto, D. R. (2020). Strategi pengelolaan Pantai Baron sebagai pariwisata berkelanjutan dalam menyongsong Abad Samudra Hindia. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 25(3), 249–257. https://doi.org/10.30647/jip.v25i3.1366

Rahmat, K. D. (2021). Konsep pariwisata berkelanjutan dalam pelestarian cagar budaya. Jurnal Pariwisata Terapan, 5(1), 26–37.

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

Sharpley, R. (2000). Tourism and sustainable development: Exploring the theoretical divide. Journal of Sustainable Tourism, 8(1), 1–19. https://doi.org/10.1080/09669580008667346

Siahaan, M. L., Panjaitan, P., & Harefa, Y. (2023). Pengelolaan manajemen wisata religi di Tarutung (Studi kasus: Salib Kasih Tarutung). PARISTAKA: Jurnal Pariwisata Budaya dan Keagamaan, 1(1), 26–34. https://doi.org/10.53977/pyt.v3i1.978

Susanto, D., Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. Jurnal QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61. https://doi.org/10.61104/jq.v1i1.60

United Nations Environment Programme, & World Tourism Organization. (2005). Making tourism more sustainable: A guide for policy makers. UNEP & UNWTO.

Weaver, D. B. (2006). Sustainable tourism: Theory and practice. Elsevier Butterworth-Heinemann.

Wibowo, M. S., & Belia, L. A. (2023). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Manajemen Perhotelan dan Pariwisata, 6(1), 25–32. https://doi.org/10.23887/jmpp.v6i1.58108

Wijaya Holman Fasa, A., Berliandaldo, M., & Andriani, D. (2022). Implikasi peran Destination Management Organization (DMO)–Destination Governance (DG) dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Kepariwisataan, 21(2), 111–127. https://doi.org/10.52352/jpar.v21i2.845