Studi Tentang Usaha Tenun sebagai Implementasi Teologi dalam Konteks Masyarakat Lokal

Main Article Content

Yessica Elisabet Tanjung

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis usaha tenun sebagai praksis iman, pelestarian budaya, dan kehidupan sosial masyarakat lokal dalam perspektif teologi kontekstual Stephen B. Bevans. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas penenun, pemilik atau pengelola usaha tenun, dan pelayan gereja. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tenun tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang praksis iman melalui nilai kesabaran, ketekunan, kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Usaha tenun sekaligus berperan dalam mempertahankan identitas budaya, warisan keluarga, motif tradisional, serta membangun solidaritas sosial di antara masyarakat. Namun, keberlanjutan usaha tenun menghadapi berbagai tantangan, terutama persaingan dengan produk tekstil pabrikan, penurunan harga, mahalnya bahan, lemahnya pemasaran, dan rendahnya minat generasi muda. Dalam perspektif Bevans, konteks budaya dan pengalaman hidup masyarakat menjadi ruang penting bagi refleksi dan penghayatan iman. Karena itu, pelestarian usaha tenun dapat dipahami sebagai bentuk teologi kontekstual ketika iman diwujudkan melalui kerja yang bertanggung jawab, penghargaan terhadap budaya, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan usaha tenun membutuhkan sinergi gereja, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan generasi muda.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. Syakir Media Press.

Adams, D. J. (2009). Teologi lintas budaya: Refleksi Barat di Asia. BPK Gunung Mulia.

Afiyanti, Y. (2008). Validitas dan reliabilitas dalam penelitian kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia, 12(2), 137–141. https://doi.org/10.7454/jki.v12i2.212

Alias, A., Hermina, S., Sarman, S., Ifaldin, M., Ramadani, W. O. S., & Keke, A. (2025). Pemberdayaan masyarakat berbasis pemahaman makna filosofis tenun dalam upaya peningkatan ekonomi kreatif. Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 806–816. https://doi.org/10.36709/amalilmiah.v6i3.481

Arifah, K. A., & Saputra, M. (2023). Strategi konservasi nilai kearifan lokal di era modern oleh masyarakat adat Osing Kemiren. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 8(2), 191–203. https://doi.org/10.21067/jmk.v8i2.8519

Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology (Rev. & expanded ed.). Orbis Books.

Buan, Y. L., & Elena, H. W. (2023). Peran gereja dalam membangun kesejahteraan masyarakat: Respons terhadap disrupsi sosial masyarakat Kristen. YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi, 1(2), 1–18.

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Fatonah, R., Irma, I., Maulana, M. Z., & Yasin, M. (2024). Hubungan masyarakat dan budaya lokal dalam interaksi sosial masyarakat. SINOVA: Jurnal Ilmu Pendidikan & Sosial, 2(1).

Firmando, H. B. (2021). Kearifan lokal tenun tradisional ulos dalam merajut harmoni sosial di kawasan Danau Toba. Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial, 7(1), 1–18. https://doi.org/10.29103/jsds.v1i1.3800

Karlau, S. A. (2022). Penciptaan manusia sebagai representatif Allah untuk mewujudkan mandat budaya berdasarkan Kejadian 1:26–28. Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi, 5(1).

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Para, N. D., Tari, E., & Ruku, W. F. (2021). Peran gereja dalam transformasi pelayanan diakonia. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 1(2), 81–93. https://doi.org/10.46445/jtki.v1i2.310

Rijali, A. (2018). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81–95. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

Sahir, S. H. (2021). Metodologi penelitian. KBM Indonesia.

Sherly, M., & Sukardi. (2015). Makna simbolik kain ulos pada masyarakat Batak Toba di Palembang. Kalpataru: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah, 1(2).

Sinaga, R., dkk. (2024). Makna filosofi ulos Batak Toba sebagai sumber belajar sejarah. Jurnal Nagur, 2(1).

Yoso, A. A. (2024). Kain tenun: Usaha preservasi budaya, peningkatan taraf ekonomi, dan pemberdayaan perempuan. Journal of Historical Issues, 1(1), 59–63. https://doi.org/10.20473/johi.v1i1.61455