Praktik Percobaan Bunuh Diri Ditinjau dari Teologi Malu
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman percobaan bunuh diri pada remaja melalui perspektif teologi malu serta mengidentifikasi proses pemulihan identitas dan relasi penyintas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di Desa Sibaragas, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara. Subjek utama penelitian adalah seorang remaja perempuan berinisial GL, dengan informan pendukung yang terdiri atas ibu, kepala desa, masyarakat, dan pelayan gereja. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif dan interpretatif menggunakan perspektif teologi malu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percobaan bunuh diri GL tidak dapat dijelaskan oleh faktor tunggal, melainkan berada dalam konteks pengalaman kehilangan, tekanan emosional, kecenderungan memendam persoalan, dan dinamika relasional. Rasa malu terutama menguat setelah peristiwa tersebut dan memengaruhi cara GL memandang dirinya, berinteraksi dengan lingkungan sosial, serta memahami relasinya dengan Allah. Pemulihan berlangsung secara relasional melalui penerimaan dan pendampingan keluarga, gereja, masyarakat, dan pemerintah desa. Penelitian menghasilkan Shame (Relational Restoration Framework), yang menggambarkan transformasi dari krisis, pengalaman malu, internalisasi stigma, distorsi identitas, dan keterputusan relasi menuju penerimaan, rekonstruksi identitas, pemulihan relasi, dan penguatan harapan hidup. Temuan menegaskan bahwa teologi malu perlu diarahkan bukan pada penghukuman penyintas, melainkan pada pemulihan martabat sebagai imago Dei, pembangunan relasi yang aman, penerimaan tanpa stigma, dan penguatan harapan hidup.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Aggarwal, S., Borschmann, R., & Patton, G. C. (2021). Tackling stigma in self-harm and suicide in the young. The Lancet Public Health, 6(1), e6–e7. https://doi.org/10.1016/S2468-2667(20)30259-0
Batterham, P. J., Calear, A. L., & Christensen, H. (2013). The Stigma of Suicide Scale: Psychometric properties and correlates of the stigma of suicide. Crisis, 34(1), 13–21. https://doi.org/10.1027/0227-5910/a000156
Batterham, P. J., Calear, A. L., & Christensen, H. (2013). Correlates of suicide stigma and suicide literacy in the community. Suicide and Life-Threatening Behavior, 43(4), 406–417.https://doi.org/10.1111/sltb.12026
Bryan, C. J., Morrow, C. E., Etienne, N., & Ray-Sannerud, B. (2013). Guilt, shame, and suicidal ideation in a military outpatient clinical sample. Depression and Anxiety, 30(1), 55–60. https://doi.org/10.1002/da.22002
Hanschmidt, F., Lehnig, F., Riedel-Heller, S. G., & Kersting, A. (2016). The stigma of suicide survivorship and related consequences-A systematic review. PLOS ONE, 11(9), e0162688. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0162688
Mukarromah, L., & Nuqul, F. L. (2014). Dinamika psikologis pada pelaku percobaan bunuh diri. Psikoislamika: Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 11(2), 40–48. https://doi.org/10.18860/psi.v11i2.6387
Nicholas, A., Haregu, T., Henderson, C., & Armstrong, G. (2023). Suicide stigma measures: A scoping review. Journal of Affective Disorders, 321, 114–125. https://doi.org/10.1016/j.jad.2022.10.023
Pakpahan, B. J. (2016). The power of shame: Mengembalikan malu spiritual. UPI STT Jakarta & BPK Gunung Mulia.
Pattison, S. (2000). Shame: Theory, therapy, theology. Cambridge University Press.
Sinaga, L. (2022). Gereja yang mendengar: Respons pastoral terhadap penderitaan yang disebabkan oleh emosi malu. Indonesian Journal of Theology, 10(2), 231–252. https://doi.org/10.46567/ijt.v10i2.283
Thompson, C. (2015). The soul of shame: Retelling the stories we believe about ourselves. InterVarsity Press.