Kajian Teologi Feminis terhadap Tokoh Rut sebagai Perempuan Moab dalam Kitab Rut 4:1-17
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi, agensi, dan makna teologis Rut sebagai perempuan Moab dalam Rut 4:1-17 melalui perspektif teologi feminis Elisabeth Schüssler Fiorenza. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan feminist critical hermeneutics, khususnya hermeneutics of suspicion. Analisis dilakukan melalui pembacaan tekstual-kontekstual, identifikasi distribusi suara dan kuasa, rekonstruksi agensi Rut, serta sintesis teologis feminis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rut berada dalam kerentanan berlapis sebagai perempuan, janda, dan orang Moab. Dalam proses hukum di pintu gerbang, Rut tidak memperoleh suara formal meskipun kehidupannya menjadi bagian penting dari keputusan yang dibuat oleh laki-laki. Namun, ketiadaan suara tersebut tidak identik dengan ketiadaan agensi. Kesetiaan, keberanian, solidaritas dengan Naomi, dan partisipasinya dalam hadirnya kehidupan baru menempatkan Rut pada posisi sentral dalam penyelesaian narasi. Penelitian merumuskan konsep paradox of silent agency, yaitu ketegangan antara keterbatasan suara formal dan signifikansi agensi relasional serta naratif perempuan. Rut dengan demikian direkonstruksi dari sekadar objek penebusan menjadi subjek teologis yang berpartisipasi dalam pemulihan keluarga dan keberlanjutan garis keturunan menuju Daud. Temuan ini menegaskan bahwa marginalitas tidak identik dengan ketidakberdayaan dan bahwa pembacaan feminis dapat mengungkap kontribusi perempuan yang tersembunyi di balik struktur sosial androsentris.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Bauckham, R. (1997). The book of Ruth and the possibility of a feminist canonical hermeneutic. Biblical Interpretation, 5(1), 29–45. https://doi.org/10.1163/156851597X00021
Bergant, D., & Karris, R. J. (Eds.). (2002). Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Kanisius.
De Villiers, G., Prinsloo, G. T. M., & Human, D. J. (2012). Marriage and redemption in the book of Ruth. Verbum et Ecclesia, 33(1).
de Vaal-Stanton, M. (2015). Ruth 4:5: Grammatical, socio-cultural and juridical considerations. Journal for Semitics, 24(2), 453–479.
Fiorenza, E. S. (1992). But she said: Feminist practices of biblical interpretation. Beacon Press.
Fiorenza, E. S. (1993). Discipleship of equals: A critical feminist ekklēsia-logy of liberation. Crossroad.
Fiorenza, E. S. (1998). Sharing her word: Feminist biblical interpretation in context. Beacon Press.
Holmstedt, R. D. (2010). Ruth: A handbook on the Hebrew text. Baylor University Press.
Howard, D. M., Jr. (2013). Kitab-kitab sejarah dalam Perjanjian Lama. Gandum Mas.
Human, D. J. (2021). Life for Ruth through reinterpretation of Old Testament Torah texts. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 77(4).
Karman, Y. (2011). Tafsiran Alkitab: Kitab Rut. BPK Gunung Mulia.
Komban, S. E. (2016). Naomi dan Rut: Paradigma feminin dalam Kitab Rut. Logon Zoes: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya, 1(1), 78–89.
Loader, M. (2023). A woman with multiple identities: Reading the Ruth character in post-apartheid South Africa. Old Testament Essays, 36(1). https://doi.org/10.17159/2312-3621/2023/v36n1a11
Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.