Strategi Pengembangan Air Terjun Siboruon sebagai Daya Tarik Wisata Melalui Analisis SWOT di Desa Siboruon Kecamatan Balige Kabupaten Toba
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi dan kondisi Air Terjun Siboruon berdasarkan komponen Attraction, Accessibility, Amenities, dan Ancillary (4A), serta merumuskan strategi pengembangannya sebagai daya tarik wisata di Desa Siboruon, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan lembar penilaian SWOT dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), masyarakat, dan wisatawan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka 4A serta SWOT melalui identifikasi faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attraction merupakan kekuatan utama Air Terjun Siboruon, ditandai air terjun berketinggian sekitar 114 meter, panorama pegunungan, kejernihan air, lingkungan alami, serta cerita lokal yang berpotensi memperkaya pengalaman wisata. Namun, aspek aksesibilitas, fasilitas dasar, promosi, dan kapasitas kelembagaan masih membutuhkan penguatan. Dimensi ancillary menjadi aspek strategis terutama dalam peningkatan kapasitas Pokdarwis, pelayanan, koordinasi, dan pengelolaan destinasi. Analisis SWOT menempatkan strategi Strength-Opportunity (SO) sebagai prioritas melalui promosi digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan Pokdarwis, kolaborasi pemangku kepentingan, dan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian menghasilkan kerangka 4A-Based Sustainable Destination Development yang mengintegrasikan kesiapan destinasi, penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, daya saing, dan keberlanjutan. Pengembangan Siboruon perlu mengutamakan keseimbangan antara manfaat ekonomi, kualitas pengalaman wisatawan, pemberdayaan masyarakat, dan konservasi lingkungan.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Buhalis, D. (2000). Marketing the competitive destination of the future. Tourism Management, 21(1), 97–116. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(99)00095-3
Dwyer, L., & Kim, C. (2003). Destination competitiveness: Determinants and indicators. Current Issues in Tourism, 6(5), 369–414. https://doi.org/10.1080/13683500308667962
Kristiana, Y., Wea, M. I. J., & Salimin, V. (2024). Strategi pengembangan wisata air terjun di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Global Education, 5(2), 1333–1342.
Leung, D., Law, R., van Hoof, H., & Buhalis, D. (2013). Social media in tourism and hospitality: A literature review. Journal of Travel & Tourism Marketing, 30(1–2), 3–22. https://doi.org/10.1080/10548408.2013.750919
Murphy, P. E. (1985). Tourism: A community approach. Methuen.
Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594
Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35–40. https://doi.org/10.7454/jki.v11i1.184
Rangkuti, F. (2009). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis. Gramedia Pustaka Utama.
Ritchie, J. R. B., & Crouch, G. I. (2003). The competitive destination: A sustainable tourism perspective. CABI Publishing.
Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(98)00069-7
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
United Nations Environment Programme, & World Tourism Organization. (2005). Making tourism more sustainable: A guide for policy makers. World Tourism Organization.
Xiang, Z., & Gretzel, U. (2010). Role of social media in online travel information search. Tourism Management, 31(2), 179–188. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2009.02.016