Analisis Potensi Wisata Edukasi pada Objek Wisata Seribu Goa Banuarea sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Banuarea Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Seribu Goa Banuarea sebagai destinasi wisata edukasi di Desa Banuarea, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, serta mengidentifikasi kendala pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-interpretatif. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola wisata, Kelompok Sadar Wisata, pemerintah daerah, perangkat desa, masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seribu Goa Banuarea memiliki potensi edukasi yang kuat pada empat dimensi utama, yaitu geologi-speleologi, biodiversitas dan konservasi, sejarah-budaya dan kearifan lokal, serta pengalaman petualangan dan keselamatan. Formasi stalaktit-stalagmit, bentang karst, sungai dan air terjun bawah tanah, koloni kelelawar, serta cerita dan tradisi masyarakat Batak Toba menyediakan sumber pembelajaran berbasis pengalaman. Namun, aktualisasi potensi tersebut masih terkendala aksesibilitas, keterbatasan media interpretasi, kompetensi pemandu, promosi, dan kondisi perlengkapan keselamatan. Penelitian ini menghasilkan kerangka Integrated Cave-Based Educational Tourism (ICBET) yang mengintegrasikan geo-education, biodiversity education, cultural interpretation, adventure learning, conservation awareness, dan community participation. Kerangka tersebut mengarahkan Seribu Goa Banuarea menjadi destinasi wisata edukasi minat khusus berbasis masyarakat yang mengutamakan pembelajaran, keselamatan, konservasi ekosistem, dan keberlanjutan destinasi.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Antić, A., Peppoloni, S., & Di Capua, G. (2020). Applying the values of geoethics for sustainable speleotourism development. Geoheritage, 12, Article 73. https://doi.org/10.1007/s12371-020-00504-0
Antić, A., Tomić, N., Đorđević, T., Radulović, M., & Đević, I. (2020). Speleological objects becoming show caves: Evidence from the Valjevo karst area in Western Serbia. Geoheritage, 12, Article 95. https://doi.org/10.1007/s12371-020-00517-9
Daniati, H., Maulina, L., Kuswandi, D., Irani Nugraha, S. Y., & Rosiana, E. N. (2022). Potensi pengembangan wisata edukasi berbasis community based tourism di Desa Wisata Ngargoretno. Tourism Scientific Journal, 7(2), 171–186. https://doi.org/10.32659/tsj.v7i2.117
Debata, S. (2021). Bats in a cave tourism and pilgrimage site in eastern India: Conservation challenges. Oryx, 55(5), 684–691. https://doi.org/10.1017/S003060531900098X
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.
Medellín, R. A., Wiederholt, R., & Lopez-Hoffman, L. (2017). Conservation relevance of bat caves for biodiversity and ecosystem services. Biological Conservation, 211, 45–50. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2017.01.012
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Newsome, D., & Dowling, R. K. (Eds.). (2010). Geotourism: The tourism of geology and landscape. Goodfellow Publishers.
Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594
Orion, N., & Hofstein, A. (1994). Factors that influence learning during a scientific field trip in a natural environment. Journal of Research in Science Teaching, 31(10), 1097–1119. https://doi.org/10.1002/tea.3660311005
Ritchie, B. W. (2003). Managing educational tourism. Channel View Publications.
Tilden, F. (2007). Interpreting our heritage (4th ed.). University of North Carolina Press.