Peran Serta Masyarakat dalam Peningkatan Kunjungan Wisata melalui Pelestarian Desa Wisata Meat di Kabupaten Toba
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran serta masyarakat dalam pelestarian Desa Wisata Meat di Kabupaten Toba serta kontribusinya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, Kelompok Sadar Wisata, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, pengrajin Ulos, pengelola homestay, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, pelaksanaan dan pengelolaan, hingga evaluasi kegiatan pariwisata. Partisipasi diwujudkan melalui gotong royong menjaga lingkungan, pelestarian tradisi menenun Ulos, pengelolaan homestay, usaha kuliner, penyewaan perlengkapan wisata, promosi, serta keterlibatan dalam kegiatan budaya. Pelestarian lingkungan dan budaya berkontribusi terhadap kualitas destinasi dan pembentukan pengalaman wisata yang autentik sehingga berpotensi mendorong kepuasan, rekomendasi, dan kunjungan ulang. Namun, pengembangan masih menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan sampah dan sanitasi, pemasaran digital, konsistensi partisipasi, serta pemerataan manfaat ekonomi. Penelitian menghasilkan kerangka Community-Based Preservation for Tourism Competitiveness, yang menempatkan partisipasi masyarakat dan pelestarian sebagai penghubung antara kualitas destinasi, pengalaman wisata, dan keberlanjutan kunjungan. Temuan menegaskan bahwa masyarakat merupakan co-creator of destination value dalam membangun Desa Wisata Meat yang kompetitif dan berkelanjutan.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Bramwell, B., & Lane, B. (2011). Critical research on the governance of tourism and sustainability. Journal of Sustainable Tourism, 19(4–5), 411–421. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.580586
Chen, C.-F., & Chen, F.-S. (2010). Experience quality, perceived value, satisfaction and behavioral intentions for heritage tourists. Tourism Management, 31(1), 29–35. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2009.02.008
Cohen, J. M., & Uphoff, N. T. (1980). Participation’s place in rural development: Seeking clarity through specificity. World Development, 8(3), 213–235. https://doi.org/10.1016/0305-750X(80)90011-X
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Murphy, P. E. (1985). Tourism: A community approach. Methuen.
Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594
Palimbunga, I. P. (2018). Keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Tabalansu, Papua. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 5(1), 193–210. https://doi.org/10.24843/JUMPA.2018.v05.i01.p10
Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2018.03.005
Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(00)00009-1