Peran Rumah Karya Indonesia dalam Pemberdayaan Masyarakat untuk Mewujudkan Pariwisata Kreatif melalui Seni Pertunjukan Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF)
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Rumah Karya Indonesia (RKI) dalam pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF) sebagai upaya mewujudkan pariwisata kreatif di kawasan Danau Toba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pengelola RKI, kurator, penggiat seni, serta pelaku UMKM. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RKI berperan sebagai fasilitator dan katalisator yang menghubungkan sumber daya budaya, masyarakat, wisatawan, dan pemangku kepentingan. Pemberdayaan diwujudkan melalui pelatihan dan keterlibatan generasi muda dalam musik tradisional, partisipasi perempuan dalam seni pertunjukan, pengembangan ruang ekonomi bagi UMKM, serta penciptaan pengalaman interaktif bagi wisatawan melalui workshop budaya. Penyelenggaraan festival yang berpindah lokasi turut memperluas distribusi aktivitas budaya dan peluang ekonomi di kawasan Danau Toba. Pengorganisasian LTTMF menerapkan fungsi planning, organizing, actuating, dan controlling, meskipun masih menghadapi kendala promosi, waktu pelaksanaan, dan koordinasi antardivisi. Penelitian ini memaknai LTTMF sebagai community empowerment ecosystem yang mengintegrasikan regenerasi budaya, pemberdayaan sosial-ekonomi, co-creation pengalaman wisata, dan kolaborasi multipihak. Model tersebut mendorong transformasi dari spectator-based tourism menuju participatory creative tourism yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Bramwell, B., & Lane, B. (2011). Critical research on the governance of tourism and sustainability. Journal of Sustainable Tourism, 19(4–5), 411–421. https://doi.org/10.1080/09669582.2011.580586
Cabeça, S. M., Gonçalves, A. R., Marques, J. F., & Tavares, M. (2020). Creative tourism as an inductor of co-creation experiences: The CREATOUR project in the Algarve. In P. Pinto & M. Guerreiro (Eds.), Handbook of research on resident and tourist perspectives on travel destinations (pp. 269–285). IGI Global. https://doi.org/10.4018/978-1-7998-3156-3.ch013
Getz, D. (2008). Event tourism: Definition, evolution, and research. Tourism Management, 29(3), 403–428. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2007.07.017
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594
Quinn, B. (2005). Arts festivals and the city. Urban Studies, 42(5–6), 927–943. https://doi.org/10.1080/00420980500107250
Richards, G. (2011). Creativity and tourism: The state of the art. Annals of Tourism Research, 38(4), 1225–1253. https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.07.008
Richards, G., & Raymond, C. (2000). Creative tourism. ATLAS News, 23, 16–20.
Richards, G., & Wilson, J. (Eds.). (2007). Tourism, creativity and development. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203933695
Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(98)00069-7
Sofield, T. H. B. (2003). Empowerment for sustainable tourism development. Pergamon.