Prospek Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Berbasis Kearifan Lokal di Destinasi Wisata Aek Sipitu Dai Kecamatan Sianjur Mulamula Kabupaten Samosir

Main Article Content

Chalvin Christian Sihite
Rusmauli Simbolon
Apriliana Lase
Maringan Sinambela
Liyus Waruwu

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai daya tarik wisata budaya serta prospek pengembangan Aek Sipitu Dai di Kecamatan Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-naratif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola, tokoh adat, pemerintah desa, masyarakat lokal, dan wisatawan. Data dianalisis menggunakan perspektif konstruksi sosial melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik Aek Sipitu Dai tidak hanya terletak pada keunikan tujuh pancuran, tetapi juga pada integrasi nilai sejarah, budaya, spiritualitas, dan identitas Batak Toba. Kearifan lokal diwujudkan melalui penggunaan Ulos, aturan adat, martonggo, ritual marpangir, penghormatan terhadap leluhur, serta nilai Dalihan Na Tolu. Kearifan lokal tersebut menjalankan fungsi identitas, pengaturan sosial, spiritual, serta edukatif-konservatif. Prospek pengembangan Aek Sipitu Dai sebagai wisata budaya-spiritual tergolong kuat, tetapi menghadapi tantangan berupa komersialisasi ritual, keterbatasan interpretasi budaya, lemahnya promosi digital, dan risiko kerusakan lingkungan. Penelitian merekomendasikan pendekatan Sacred Heritage-Based Community Tourism melalui zonasi kawasan, pengelolaan berbasis masyarakat, pemandu budaya, kode etik wisatawan, interpretasi budaya, dan promosi digital yang bertanggung jawab. Pendekatan tersebut menempatkan kesakralan, autentisitas, partisipasi masyarakat, dan konservasi sebagai fondasi pengembangan destinasi yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Doubleday.

Cohen, E. (1988). Authenticity and commoditization in tourism. Annals of Tourism Research, 15(3), 371–386. https://doi.org/10.1016/0160-7383(88)90028-X

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-based tourism: A success? ICRT Occasional Paper No. 11. International Centre for Responsible Tourism.

Greenwood, D. J. (1989). Culture by the pound: An anthropological perspective on tourism as cultural commoditization. In V. L. Smith (Ed.), Hosts and guests: The anthropology of tourism (2nd ed., pp. 171–185). University of Pennsylvania Press.

MacCannell, D. (1973). Staged authenticity: Arrangements of social space in tourist settings. American Journal of Sociology, 79(3), 589–603. https://doi.org/10.1086/225585

Okazaki, E. (2008). A community-based tourism model: Its conception and use. Journal of Sustainable Tourism, 16(5), 511–529. https://doi.org/10.1080/09669580802159594

Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21. https://doi.org/10.1016/j.jhtm.2018.03.005

Sugiyarto, S., & Amaruli, R. J. (2018). Pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Jurnal Administrasi Bisnis, 7(1), 45–52. https://doi.org/10.14710/jab.v7i1.22609

Tilden, F. (2007). Interpreting our heritage (4th ed.). University of North Carolina Press.

Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(00)00009-1

Wang, N. (1999). Rethinking authenticity in tourism experience. Annals of Tourism Research, 26(2), 349–370. https://doi.org/10.1016/S0160-7383(98)00103-0

World Tourism Organization. (2004). Indicators of sustainable development for tourism destinations: A guidebook. World Tourism Organization. https://doi.org/10.18111/9789284407262