Analisis Faktor Keragaman Denominasi Gereja di Desa Lumban Tonga-Tonga Kecamatan Siborong-Borong Kabupaten Tapanuli Utara
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang membentuk keragaman denominasi gereja di Desa Lumban Tonga-Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, serta implikasinya terhadap kehidupan sosial-keagamaan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi tokoh gereja, tokoh adat, dan anggota masyarakat yang memiliki pengetahuan serta pengalaman mengenai perkembangan denominasi di wilayah penelitian. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman denominasi tidak disebabkan oleh faktor tunggal, melainkan interaksi empat dimensi utama, yaitu teologis-doktrinal, kepemimpinan dan karisma tokoh, sosial-budaya, serta misi dan organisasi gereja. Perbedaan penafsiran Alkitab, bentuk ibadah, penekanan terhadap karya Roh Kudus, visi pelayanan, dan karisma pemimpin berkontribusi terhadap preferensi denominasi masyarakat. Ikatan marga, kekerabatan, dan nilai Dalihan Na Tolu juga memengaruhi pilihan gereja, tetapi sekaligus berfungsi menjaga kohesi sosial antardenominasi. Keragaman memberikan ruang bagi kebebasan ekspresi keagamaan dan pengembangan pelayanan, meskipun tetap menyimpan potensi eksklusivisme dan kompetisi. Penelitian ini menghasilkan konsep pluralitas gerejawi dengan kohesi kultural, yang menunjukkan bahwa diferensiasi denominasi tidak selalu mengakibatkan disintegrasi sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan ekumenisme kontekstual Batak Toba yang mengintegrasikan kesatuan teologis, dialog antargereja, Dalihan Na Tolu, kekerabatan, dan kolaborasi sosial untuk membangun kehidupan Kristen yang harmonis.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Anouw, Y., Wattimury, W. A., & Tata, M. E. R. (2024). Bersatu dalam perbedaan: United in diversity. EIRENE: Jurnal Ilmiah Teologi, 9(1), 46–70.
Bheka, T., & Derung, T. N. (2023). Pengaruh agama terhadap hidup sosial masyarakat dalam perspektif sosiologi. Jurnal Sosiologi Agama dan Teologi Indonesia, 1(2), 197–222. https://doi.org/10.24246/sami.vol1i2pp197-222
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Hutahaean, W. S. (2021). Teologi agama-agama. Ahlimedia Press.
Lolowang, C. L., Purba, B. C., & Kelana, B. (2023). Dinamika kepemimpinan pastoral dalam konteks manajemen gereja modern. JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(4), 40–53. https://doi.org/10.61404/juitak.v1i4.190
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nainggolan, J. (2024). Gerakan Pentakostalisme dan sejarah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI). Jejak Pustaka.
Purwanto, H. (2022). Memikirkan ulang tentang denominasi: Perspektif sejarah. Lentera Nusantara, 2(1), 1–17.
Rantung, D. A. (2017). Pendidikan agama Kristen dalam kehidupan masyarakat majemuk.
Ruhulessin, J. C. (2020). Struktur organisasi dan misi gereja. Kanisius.
Sidabutar, H. (2024). Ekumenisme dan praksis gereja lokal: Memperkuat kesatuan dan keragaman dalam bingkai teologi Kristen. Jurnal Teruna Bhakti, 6(2). https://doi.org/10.47131/jtb.v6i2.126
Silalahi, I. R. B., & Amtiran, A. (2024). Studi kontekstual polarisasi kekristenan di Indonesia. Pietas: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya, 2(1), 70–84. https://doi.org/10.62282/pj.v2i1.70-84
Sitompul, E. M. (2004). Gereja menyikapi perubahan. BPK Gunung Mulia.
Situmorang, J. T. H. (2021). Sejarah gereja umum. PBMR ANDI.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suoth, V. N. (2024). Misi, pendidikan dan transformasi sosial: Pelayanan holistik gereja. Gema Edukasi Mandiri.
Susilo, A., & Baskoro, P. K. (2024). Tantangan kepemimpinan Kristen di era disrupsi dalam gereja Tuhan. Ritornera: Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia, 4(2), 116–134. https://doi.org/10.54403/rjtpi.v4i2.93
Syukron, B. (2017). Agama dalam pusaran konflik: Studi analisis resolusi terhadap munculnya kekerasan sosial berbasis agama di Indonesia. Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan, 2(1), 1–28.
Zega, D. F., Pujianti, T. T., & Sipayung, L. S. R. (2025). Perkembangan Gereja Pentakosta di Nusantara: Strategi dan tantangan dalam konteks multikultural. AGATHA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 1(2), 142–155.