Peran dan Strategi Penatua dalam Meningkatkan Literasi Alkitab Simatah Daging di GKPPD Panggegean

Main Article Content

Nino Sampe Tindih Sitohang

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan strategi penatua dalam meningkatkan literasi Alkitab simatah daging di GKPPD Panggegean serta mengidentifikasi kendala pembinaan dalam konteks perkembangan teknologi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga penatua dan sepuluh anggota simatah daging sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi Alkitab simatah daging masih menghadapi persoalan berupa rendahnya konsistensi membaca, keterbatasan pemahaman teks, lemahnya motivasi internal, serta dominasi penggunaan media sosial dan permainan daring. Penelitian menemukan empat peran strategis penatua, yaitu sebagai pengajar, pembimbing rohani, teladan, dan fasilitator. Implementasi peran tersebut diwujudkan melalui lima strategi utama: Penelaahan Alkitab yang interaktif dan kontekstual, pendampingan personal, pemanfaatan teknologi digital, pemberian penghargaan sebagai penguatan motivasi, serta kolaborasi gereja dan keluarga. Penelitian ini menghasilkan Model Ekosistem Literasi Alkitab Simatah Daging yang mengintegrasikan kepemimpinan penatua, pendampingan pastoral, pedagogi interaktif, teknologi digital, dan dukungan keluarga. Model tersebut menempatkan literasi Alkitab sebagai proses berkelanjutan dari akses, pembiasaan membaca, pemahaman, refleksi, internalisasi, hingga aktualisasi firman. Temuan menegaskan bahwa keberhasilan pembinaan tidak cukup diukur melalui frekuensi membaca Alkitab, tetapi melalui kemampuan generasi muda memahami, merefleksikan, dan menghidupi firman Tuhan secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Creswell, J. W. (2009). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Fry, L. W. (2003). Toward a theory of spiritual leadership. The Leadership Quarterly, 14(6), 693–727. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2003.09.001

Gultom, J. M. P., Novalina, M., & Yosua, R. (2022). Konsistensi dan resiliensi pelayanan penggembalaan pada era digital. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta.

Herdiansyah, H. (2010). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Salemba Humanika.

Kristanto, D. W., & Pujiono, A. (2023). Literasi agama melalui media sosial dan dampaknya pada anak muda Kristen. Jurnal Salvation, 4(1), 72–82. https://doi.org/10.56175/salvation.v4i1.103

Lawolo, N., & Bilo, D. T. (2023). Strategi hamba Tuhan dalam membudayakan literasi membaca Alkitab bagi pertumbuhan rohani jemaat. Sepakat: Jurnal Pastoral Kateketik, 9(1), 73–89. https://doi.org/10.58374/sepakat.v9i1.135

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Wiyono, S., Netsen, Hanock, E. E., & Laoli, A. (2024). Peningkatan literasi Alkitabiah melalui program Gemar Baca Alkitab di Gereja Reformasi Indonesia Ngabang. Jurnal PkM Setiadharma, 5(2). https://doi.org/10.47457/jps.v5i2.516

Zega, Y. K. (2020). Teori perkembangan iman remaja menurut James W. Fowler dan implikasinya bagi pendidikan agama Kristen. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio.