Kontradiksi Gereja GKII dan Adat Kematian: Implikasi terhadap Kehidupan Sosial dan Budaya Jemaat (Desa Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba)

Main Article Content

Vivi Angelin Hutabarat
Wensdy Sitindaon
Maringan Sinambela
Roida Lumbantobing
Masniar H Sitorus

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kontradiksi antara pemahaman keagamaan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) dan praktik adat kematian Batak Toba serta implikasinya terhadap kehidupan sosial dan budaya jemaat di Desa Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan pimpinan gereja, pengurus gereja, tokoh adat, jemaat, pemuda, dan masyarakat sebagai informan. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontradiksi terutama terjadi pada penggunaan Gondang Sabangunan, tradisi mangulosi, dan praktik penghormatan terhadap jenazah. Perbedaan tersebut tidak semata-mata menunjukkan pertentangan antara agama dan budaya, tetapi terutama bersumber dari perbedaan interpretasi terhadap makna spiritual dan kultural simbol adat. Kontradiksi tersebut menimbulkan dilema loyalitas antara kepatuhan terhadap ajaran gereja dan kewajiban kekerabatan, memengaruhi partisipasi dalam aktivitas komunal, serta berpotensi melemahkan transmisi pengetahuan adat kepada generasi berikutnya. Namun, penelitian juga menemukan proses adaptasi melalui reinterpretasi simbol dan substitusi sejumlah praktik adat dengan bentuk yang dianggap sesuai dengan keyakinan Kristen. Temuan penelitian menunjukkan pola kontradiksi-negosiasi-reinterpretasi, yang memperlihatkan bahwa hubungan iman dan budaya bersifat dinamis. Dialog antara gereja, tokoh adat, dan jemaat diperlukan untuk mempertahankan integritas iman sekaligus menjaga identitas budaya, hubungan kekerabatan, dan solidaritas sosial masyarakat Batak Toba.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Anderson, A. (2004). An introduction to Pentecostalism: Global charismatic Christianity. Cambridge University Press.

Berger, P. L. (1967). The sacred canopy: Elements of a sociological theory of religion. Doubleday.

Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology (Rev. and expanded ed.). Orbis Books.

Durkheim, E. (1912). Les formes élémentaires de la vie religieuse: Le système totémique en Australie. Félix Alcan.

Firmando, H. B. (2020). Perubahan sosial dalam upacara adat kematian pada etnis Batak Toba di Tapanuli Utara. Sosial Budaya, 17(2).

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures: Selected essays. Basic Books.

Hefner, R. W. (Ed.). (1993). Conversion to Christianity: Historical and anthropological perspectives on a great transformation. University of California Press.

Hollenweger, W. J. (1997). Pentecostalism: Origins and developments worldwide. Hendrickson Publishers.

Hutagaol, R., & Prayitno, I. S. P. (2019). Perkembangan Mangongkal Holi Batak Toba dalam Kekristenan di Tanah Batak. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology).

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Niebuhr, H. R. (1951). Christ and culture. Harper & Brothers.

Robbins, J. (2004). The globalization of Pentecostal and charismatic Christianity. Annual Review of Anthropology, 33, 117–143. https://doi.org/10.1146/annurev.anthro.32.061002.093421

Simangunsong, E., Manurung, R., & Saragih, A. (2024). Musical communication in Batak Toba death ceremonies: Cultural meaning and social identity. International Journal of Cultural Studies.

Simbolon, E. T., & Limbong, H. (2021). Perawatan setelah kematian dalam budaya Batak Toba: Perspektif sosial dan budaya. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya.

Sinulingga, J., Sibarani, R., Ganie, R., & Takari, M. (2023). The meaning of Ulos Saput in the death ceremony of Batak Toba community. Theory and Practice in Language Studies, 13(1), 227–233.

Weber, M. (1947). The theory of social and economic organization (A. M. Henderson & T. Parsons, Trans.). Oxford University Press.

Weber, M. (1978). Economy and society: An outline of interpretive sociology (G. Roth & C. Wittich, Eds.). University of California Press.