Analisis Peran Pendeta dalam Membentuk Karakter Pemuda-Pemudi di Gereja HKBP Pardomuan Silangkitang

Main Article Content

Yusuf Iksan Siregar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendeta dalam pembentukan karakter pemuda-pemudi di Gereja HKBP Pardomuan Silangkitang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat proses pembinaan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pendeta, pengurus pelayanan pemuda, dan perwakilan pemuda-pemudi, serta observasi nonpartisipan dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendeta menjalankan empat peran utama dalam pembentukan karakter pemuda, yaitu membangun fondasi iman melalui firman Tuhan, doa, dan katekisasi; membentuk disiplin dan tanggung jawab; memberikan bimbingan moral dan etika Kristiani dalam menghadapi persoalan kehidupan dan perkembangan digital; serta menghadirkan keteladanan hidup melalui integritas dan konsistensi antara pengajaran dan tindakan. Proses pembinaan didukung oleh komitmen dan autentisitas pendeta, program pembinaan gereja, serta kolaborasi dengan majelis dan pengurus pemuda. Sementara itu, rendahnya motivasi internal sebagian pemuda, pengaruh lingkungan pergaulan, distraksi teknologi digital, dan keterbatasan waktu pendampingan menjadi faktor penghambat. Temuan penelitian menegaskan bahwa pembentukan karakter pemuda tidak cukup dilakukan melalui pengajaran verbal, tetapi membutuhkan proses pemuridan yang mengintegrasikan internalisasi iman, pembiasaan disiplin, pendampingan moral, keteladanan, dan keterlibatan pelayanan. Karena itu, pelayanan pemuda perlu dikembangkan secara relasional, kolaboratif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Christian, R. (2016). Memikirkan ulang peran youth pastor sebagai pembuat murid dalam pelayanan kaum muda. Jurnal Youth Ministry, 4(1), 25–35. https://doi.org/10.47901/jym.v4i1.440

Christopher, R., Jonathans, K. R., & Nugroho, A. E. (2026). Leadership through example: Reconstructing the Timothy model for fostering spiritual maturity in Generation Z at GBI Light of City. TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 6(1). https://doi.org/10.53674/teleios.v6i1.302

Febri, H. (2024). Peran gembala dalam membentuk karakter spiritualitas remaja Kristen. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik, 2(3), 17–34. https://doi.org/10.61132/jbpakk.v2i3.564

Gultom, Y. X., & Gultom, J. (2025). Building youth faith in the digital era: A case study at the Protestant Batak Christian Church Napitupulu. MARSAHALA: Journal of Religious and Cultural Studies, 1(2). https://doi.org/10.64099/50fqx248

Kagwiria, D., Bururia, D. N., & Mathai, L. M. (2023). Evaluating the effectiveness of youth programs offered by the youth ministry department in character formation in Methodist Church in Kenya, Kaaga Synod. Journal of Pastoral and Practical Theology, 2(1). https://doi.org/10.51317/jppt.v2i1.390

Katili, F. (2024). Faith in the digital age: Factors influencing social media use among Indonesian churches. Jurnal Teologi Cultivation, 8(2), 450–461. https://doi.org/10.46965/jtc.v8i2.2714

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Tambunan, D. P., & Siagian, R. J. (2026). Contextual theology in the digital age: Challenges and opportunities for teenagers and young adults of the HKBP Silalahi Church. RERUM: Journal of Biblical Practice, 6(1), 130–148. https://doi.org/10.55076/rerum.v6i1.591

Zega, Y. K. (2021). Mentorship gereja dalam membentuk karakter remaja di BNKP Jemaat Hiliomasio Medan. Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral, 2(2), 136–155. https://doi.org/10.46408/vxd.v2i2.41