Transformasi Kehidupan Sosial: Transisi Jemaat Gereja Kesukuan Ke Gepkin Rumah Anugerah Tarutung

Main Article Content

Raymond Sinurat
Jupalman Welly Simbolon
Elvri Teresia Simbolon
Maringan Sinambela

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan jemaat gereja kesukuan berpindah ke GEPKIN Rumah Anugerah Tarutung serta mengetahui transformasi kehidupan sosial yang dialami setelah menjadi bagian dari GEPKIN. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari gembala, diaken atau diakones, jemaat yang berpindah dari gereja kesukuan, serta jemaat lama GEPKIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan jemaat dipengaruhi oleh perubahan kondisi sosial, perpindahan tempat tinggal, komunikasi yang lebih terbuka, bentuk pelayanan dan kegiatan komunitas, pendidikan dan pertemanan, serta inklusivitas GEPKIN. Perpindahan tersebut berlangsung secara bertahap melalui proses pengenalan, interaksi, penyesuaian, dan komitmen terhadap komunitas baru. Setelah bergabung dengan GEPKIN, jemaat mengalami transformasi dalam relasi sosial, pola interaksi, keterlibatan dalam persekutuan, kehidupan sosial sehari-hari, dan peran sosial dalam masyarakat. Transformasi tersebut terlihat dari hubungan sosial yang semakin terbuka, bertambahnya relasi, meningkatnya keterlibatan dalam kegiatan bersama, tumbuhnya kepedulian terhadap sesama, serta meningkatnya partisipasi dalam kehidupan masyarakat. Temuan penelitian dianalisis menggunakan perspektif mobilitas religius Lewis R. Rambo yang memandang perpindahan keagamaan sebagai suatu proses yang melibatkan konteks, dorongan, pencarian, interaksi, komitmen, dan konsekuensi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Hutagalung, Agustina, and Rencan Carisma Marbun. "Transformasi gereja di era digital: Kajian teologis pra dan pasca internet." Pengharapan: Jurnal Pendidikan Dan Pemuridan Kristen Dan Katolik 2.2 (2025): 83-95.

Gultom, R. A. T., Siagian, A., Harianja, S. D., Gea, I., Widiastuti, M., & Waruwu, L. (2023). Analisis Kepemimpinan dalam Gereja: Studi Perbandingan Kepemimpinan Gereja Protestan dan Gereja Pentakostal. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 955-963.

Arif Zamhari. (2012). Pengaruh pendidikan terhadap mobilitas sosial, 2, 127–140.

Asan, C. B. (2025). Transformasi sosial dalam dinamika kehidupan masyarakat modern, 3(3), 454–459.

Beresaby, W. A. (2021). Pemberdayaan jemaat dalam perspektif diakonia transformatif: Studi implementasi dana sharing GPM. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Studi Agama, 3(2), 201-217.

Idi, A., & Samiha, Y. T. (2022). Madrasah dan mobilitas sosial, 5, 182–192.

Iman Peris Toansiba. (2025). Peran pastoral dalam meningkatkan iman jemaat Gereja Pentakosta Indonesia Tarutung di tengah tantangan sosial, 4(1), 1646–1652.

Ndraha, Rosmawati. "TEOLOGI INKLUSIF DALAM GEREJA KONTEMPORER: MENYIKAPI ISU GENDER DAN KESETARAAN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI FEMINIS." Jurnal Ilmiah Multidisipliner (JIM) 9: 74-83.

Prasetyo, L. B., Dully, S., Adi, D. Y., & Sasiang, C. (2024). Teologi Kontemporer dan Tantangan Pluralisme: Studi Kritis atas Integrasi Nilai-Nilai Agama Kristen dalam Masyarakat Multikultural. DIDASKO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(2), 122-132.

Utami, F. A. (2017). Konstruksi sosial masyarakat mengenai perpustakaan desa di Surabaya (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).