Pengaruh Penyuluh Agama Kristen terhadap Tingkat Toleransi Beragama Antar Umat Kristen dan Parmalim di Kelurahan Patane-III Porsea
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Penyuluh Agama Kristen terhadap tingkat toleransi beragama antara umat Kristen dan Parmalim di Kelurahan Patane-III Porsea. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian berjumlah 62 responden yang ditentukan menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup sebanyak 40 item, terdiri atas 20 item variabel Penyuluh Agama Kristen dan 20 item variabel toleransi beragama. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment, uji t, regresi linear sederhana, koefisien determinasi, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan tingkat toleransi beragama memperoleh rata-rata 3,15. Analisis korelasi menghasilkan r = 0,556 dengan signifikansi <0,001, sedangkan uji t menghasilkan thitung = 5,183 > ttabel = 2,000. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Ŷ = 8,467 + 0,743X. Koefisien determinasi sebesar 0,309 menunjukkan bahwa Penyuluh Agama Kristen memberikan kontribusi sebesar 30,9% terhadap variasi tingkat toleransi, sedangkan 69,1% berada di luar variabel penelitian. Uji F menghasilkan Fhitung = 26,868 > Ftabel = 4,00 dengan signifikansi < 0,001. Penelitian menyimpulkan bahwa Penyuluh Agama Kristen berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi Kristen–Parmalim. Penyuluhan yang edukatif, komunikatif, kontekstual, dan sensitif terhadap budaya lokal berkontribusi dalam memperkuat penghargaan terhadap perbedaan serta kehidupan bersama yang harmonis.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
, S. (2014). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Gultom, I. (2010). Agama Malim di tanah Batak. Bumi Aksara.
Katimin. (2012). Pertumbuhan dan perkembangan Parmalim di Sumatera tahun 1885–sekarang.
Pazmiño, R. W. (2018). Foundational issues in Christian education: An introduction in evangelical perspective (3rd ed.). Baker Academic.
Perangin-angin, E. D. K., Aritonang, H. D., Imeldawati, T., & Hombing, D. B. (2022). Tantangan dan strategi penyuluhan agama Kristen dalam pelaksanaan program penyuluhan selama masa pandemi Covid di Kabupaten Tapanuli Utara. Jurnal Christian Humaniora, 6(1), 23–43. https://doi.org/10.46965/jch.v6i1.1159
Prang, S. L., & Tafonao, T. (2025). Pendidikan Agama Kristen dalam masyarakat majemuk: Prinsip-prinsip untuk mewujudkan harmoni dan toleransi. MANTHANO: Jurnal Pendidikan Kristen, 4(1), 32–46. https://doi.org/10.55967/manthano.v4i1.86
Prasetiawati, E. (2017). Urgensi pendidikan multikultur untuk menumbuhkan nilai toleransi agama di Indonesia. Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 1(2), 272–303.
Sembiring, S. U. B., et al. (2012). Tradisi ritual masyarakat Parmalim.
Sipahutar, M. A., Imeldawati, T., Manalu, W., & Sipahutar, M. (2023). Etika komunikasi penyuluh agama Kristen. ELETTRA: Jurnal Prodi Pendidikan Penyuluh Agama Kristen, 1(1), 19–30. Metadata penulis, volume, nomor, dan halaman dapat diverifikasi pada edisi jurnal tersebut.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharyanto, A. (2016). Pusat aktivitas ritual Ugamo Malim di Huta Tinggi Laguboti, Toba Samosir. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA, 4(2), 182–195.