Dampak Penelantaran oleh Orang Tua Terhadap Kondisi Psikologis dan Spiritual Remaja Remaja di Desa Sibuntuon Parpea
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya perhatian, kasih sayang, perlindungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar yang diberikan orang tua kepada remaja di Desa Sibuntuon Parpea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak psikologis spiritual remaja korban penelantaran. Penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap lima remaja korban penelantaran. Data yang diperoleh dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelantaran memberikan dampak yang sangat besar terhadap perkembangan psikologis spiritual remaja. Pada aspek sosioemosional, remaja mengalami perasaan malu, rendah diri, sedih yang mendalam, marah, kecewa, dan kesepian. Pada aspek kognitif, remaja mengalami ganguan konsentrasi belajar, kurangnya minat belajar dan kebingungan menentukan masa depan. Pada aspek fisik, remaja mengalami kelelahan fisik, tubuh terasa lemah dan mudah mengantuk saat belajar. Pada aspek spiritual, remaja mengalami keraguan iman, kecewa terhadap Tuhan, dan malas beribadah akibat penderitaan hidup yang mereka alami. Penelantaran orang tua memberikan dampak yang kompleks dan menyeluruh terhadap kehidupan remaja. Oleh karena itu, diperlukan kontribusi, perhatian orang tua, pendampingan konselor dan sekolah dari wali kelas dan guru bimbingan konseling untuk membantu proses pemulihan mereka.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Ahmadi, Munawar. (2005). Psikologi perkembangan. Rineka Cipta.
Arslan, Gökmen. (2021). Psychological maltreatment and spiritual wellbeing in Turkish college young adults: Exploring the mediating effect of college belonging and social support. Journal of Religion and Health, 60(5), 3165–3183.
Arslan, Gökmen, Betül, Ayse, & Deniz, Fatma. (2025). Childhood maltreatment, spiritual wellbeing, and stress-related growth in emerging adults. Current Psychology, 1–15.
Carter, J. Carrick, Flanagan, Kelly S., & Caballero, Ann B. (2013). Spirituality and peer victimization in early adolescence: Associations within a Christian school context. Journal of Psychology and Theology, 41(2), 150–151.
Desmita. (2017). Psikologi perkembangan peserta didik. Remaja Rosdakarya.
Handika, Teti Zubaidah, & Witarsa, Ramdhan. (2022). Analisis teori perkembangan kognitif Jean Piaget dan implikasinya dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 22(2), 126–128.
Hartini. (2017). Perkembangan fisik dan body image remaja. Jurnal Bimbingan Konseling, 1(2), 29–31.
Hurlock, Elizabeth B. (2017). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Melville, Glenn, Halstead, Phil, & McGhee, Peter. (2026). Pastors’ emotions: The effect of emotional regulation on New Zealand Baptist pastors’ work-related affective well-being. Journal of Psychology and Theology, 2–3.
Rahman, Aditia, & Adri, Zakwan. (2023). Jejak pengabaian yang tak terlihat: Eksplorasi pengalaman emotional neglect pada remaja binaan LPKA Kelas II Payakumbuh. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi.
Suyanto, Bagong. (2010). Masalah sosial anak. Kencana Prenada Media Group.
Yılmaz, Fatma Betül, & Satici, Seydi Ahmet. (2024). Childhood maltreatment and spiritual well-being: Intolerance of uncertainty and emotion regulation as mediators in Turkish sample. Journal of Child & Family Studies.