Pengaruh Model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap Karakter Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas XI SMA Negeri 2 Siborongborong

Main Article Content

Deni Cardok Tarigan
Limmarten Simatupang
Dorlan Naibaho
Jaya Nainggolan
Damayanti Nababan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap karakter peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas XI SMA Negeri 2 Siborongborong Tahun Pembelajaran 2026/2027. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 337 peserta didik, dengan sampel 66 peserta didik yang ditentukan melalui purposive sampling, terdiri atas 33 peserta didik kelas eksperimen dan 33 peserta didik kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert sebanyak 18 item. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 62,42 pada pre-test menjadi 79,45 pada post-test, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 61,55 menjadi 64,73. Dengan demikian, peningkatan kelas eksperimen mencapai 17,03 poin, sedangkan kelas kontrol sebesar 3,18 poin. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test pada equal variances not assumed menghasilkan thitung = 17,688, lebih besar daripada t tabel = 2,004, dengan Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa VCT berpengaruh positif dan signifikan terhadap karakter peserta didik. Penerapan VCT membantu peserta didik mengklarifikasi, memilih, menghayati, dan menerapkan nilai dalam kehidupan. Temuan penelitian menegaskan bahwa VCT relevan digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk mengembangkan pengendalian diri, kejujuran dan integritas, tanggung jawab, disiplin, kepedulian dan rekonsiliasi, serta pembaruan hidup peserta didik secara nyata.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Aditomo, A., et al. (2024). Kajian akademik Kurikulum Merdeka. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Adisusilo, S. (2017). Pembelajaran nilai-karakter: Konstruktivisme dan VCT sebagai inovasi pendekatan pembelajaran afektif. Rajawali Pers.

Auliyah, U. U., Setyawan, K. G., Imron, A., & Marzuqi, M. I. (2023). Penggunaan model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) berbasis nilai tradisi Nyadran Sidoarjo terhadap penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran IPS. Jurnal Dialektika Pendidikan IPS, 3(2), 10–26. https://doi.org/10.26740/penips.v3i2.52774

Chandra, S. G., Wibawa, S., & Barriyah, I. Q. (2024). Pengembangan model pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) berbasis TPACK untuk meningkatkan moral dan budaya siswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3), 839–851. https://doi.org/10.23969/jp.v9i03.16148

Lickona, T. (2012). Educating for character: Mendidik untuk membentuk karakter. Bumi Aksara.

Rahmadani, S., Isjoni, & Asril. (2025). The effect of Value Clarification Technique (VCT) model on the understanding of historical values of grade XI students at SMAN 1 Tapung Hulu. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan dan Humaniora, 9(5), 1821–1831. https://doi.org/10.36526/santhet.v9i5.5535

Sugiyono. (2025). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.

UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO.