Mengkaji Ulang Larangan Perempuan Menjadi Pendeta di Gereja Pentakosta Indonesia: Sebuah Tinjauan Teologi Feminis

Main Article Content

Erickson Nanda Putra Halawa

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar teologis pembatasan perempuan menjadi pendeta di Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) serta menafsirkannya melalui perspektif hermeneutik feminis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan analisis deskriptif-interpretatif. Sumber primer meliputi dokumen GPI serta teks Alkitab, khususnya 1 Korintus 14:34-35 dan 1 Timotius 2:9-15, sedangkan sumber sekunder mencakup literatur teologi feminis, hermeneutika, dan kepemimpinan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan antara pengakuan GPI terhadap kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam martabat, keselamatan, penerimaan Roh Kudus, dan pelayanan dengan pembatasan perempuan pada jabatan pendeta. Analisis terhadap 1 Korintus 14:34-35 menunjukkan bahwa perintah perempuan berdiam diri perlu dibaca dalam konteks ketertiban jemaat dan dipertemukan dengan 1 Korintus 11:5 yang menggambarkan perempuan berdoa dan bernubuat. Sementara itu, 1 Timotius 2:9-15 perlu dipahami dengan mempertimbangkan konteks pastoral dan persoalan komunitas Efesus. Hermeneutik feminis menunjukkan pentingnya membedakan teks Alkitab, interpretasi terhadap teks, dan penerapannya dalam regulasi gerejawi. Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan kedua teks sebagai dasar larangan universal perempuan menjadi pendeta memerlukan pengkajian hermeneutis lebih komprehensif. Dialog antara tradisi GPI dan hermeneutik feminis membuka ruang refleksi teologis mengenai kepemimpinan yang mempertimbangkan panggilan, karunia Roh Kudus, karakter, kompetensi, dan tanggung jawab pelayanan tanpa mengabaikan otoritas Kitab Suci.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Abbott, P., Wallace, C., & Tyler, M. (2005). An introduction to sociology: Feminist perspectives (3rd ed.). Routledge.

Bevans, S. B. (1992). Models of contextual theology. Orbis Books.

Butar-butar, G. M. (2020). Ezer Kenegdo: Eksistensi perempuan dan perannya dalam keluarga. Jurnal Teologi Cultivation, 4(1), 44–55. https://doi.org/10.46965/jtc.v4i1.216 E-Journal

Fiorenza, E. S. (1995). In memory of her: A feminist theological reconstruction of Christian origins (10th anniversary ed.). Crossroad.

Heryadi, D. (2014). Metode penelitian pendidikan bahasa. Pusbill.

Keener, C. S. (2013). Paul, women & wives: Marriage and women's ministry in the letters of Paul. Baker Academic.

Natar, A. N. (2012). Paulus dan perempuan: Suatu kajian terhadap 1 Korintus 14:33b–36. Gema Teologi, 36(2). journal-theo.ukdw.ac.id

Parsons, S. F. (Ed.). (2004). The Cambridge companion to feminist theology. Cambridge University Press.

Purba, E. F., & Simanjuntak, P. (2011). Metode penelitian. Universitas HKBP Nommensen.

Rokhmansyah, A. (2016). Pengantar gender dan feminisme: Pemahaman awal kritik sastra feminisme. Garudhawaca.

Ruether, R. R. (2012). Sexism and God-talk: Toward a feminist theology. Beacon Press.

Scholer, D. M. (2003). 1 Timothy 2:9–15 and the place of women in the church's ministry. In A.-J. Levine & M. Blickenstaff (Eds.), A feminist companion to the Deutero-Pauline epistles (pp. 98–121). T&T Clark. SciELO

Sugiarto, J., Gaol, R. F., & Litaay, S. G. (2022). Imago Dei sebagai suatu relasi: Analisis tentang dampak dosa terhadap gambar dan rupa Allah. HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 3(2), 138–147. https://doi.org/10.46817/huperetes.v3i2.116 ejurnal.lsapikaindonesia.or.id

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Westfall, C. L. (2016). Paul and gender: Reclaiming the apostle's vision for men and women in Christ. Baker Academic.

Zed, M. (2008). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.