Spiritualitas Kemarahan: Kajian Teologis Etis Terhadap Fenomena Ungkapan Kotor Dalam Tiktok dan Implikasi Bagi Pemuda di GKPA Resort Silantom
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini berangkat dari masalah normalisasi ungkapan kotor, makian, dan konflik verbal dalam siaran langsung Player Kill (PK) di TikTok yang mulai diterima sebagai hiburan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis spiritualitas kemarahan melalui kajian teologi etis terhadap fenomena tersebut serta implikasinya bagi pemuda GKPA Resort Silantom. Spiritualitas kemarahan dipahami sebagai kemampuan orang percaya mengenali kemarahan, mengujinya di hadapan Allah, mengendalikannya melalui kasih dan penguasaan diri, serta mengekspresikannya tanpa merendahkan martabat sesama. Landasan teori yang digunakan meliputi teori spiritualitas sehat secara emosi Peter Scazzero, etika kemarahan Thomas Aquinas, etika perkataan John Stott, dan etika digital Kate Ott. Kajian teologi etis ditempuh melalui langkah mengenali fenomena, menilai motif dan dampak moral, menguji data dengan Alkitab serta teori, lalu merumuskan implikasi pastoral. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tujuh pemuda GKPA Resort Silantom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan kotor dalam live PK muncul sebagai luapan emosi sekaligus strategi popularitas, berdampak pada pola komunikasi pemuda, memperlihatkan krisis pengendalian diri, dan menegaskan perlunya pembinaan spiritualitas digital yang kontekstual.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Abidin, C. (2018). Internet celebrity: Understanding fame online. Emerald Publishing.
Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.
Couldry, N., & Hepp, A. (2017). The mediated construction of reality. Polity Press.
Dewantara, A. W. (2010). Mempromosikan perumpamaan dalam mengajar agama Katolik. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 4(2), 352–360.
Ess, C. (2014). Digital media ethics. Polity Press.
Gillespie, T. (2018). Custodians of the Internet: Platforms, content moderation, and the hidden decisions that shape social media. Yale University Press.
Lembaga Alkitab Indonesia. (2019). Alkitab Terjemahan Baru. Lembaga Alkitab Indonesia.
Livingstone, S. (2009). Children and the Internet: Great expectations, challenging realities. Polity Press.
Loris, C. (2025). Respon teologi Kristen terhadap fenomena post-truth di Indonesia. SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 4(1), 54–65.
Moleong, L. J. (2019). Metode penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Morihito, R. V. S. A. (2020). Etika Kristen di era digital. BPK Gunung Mulia.
Muvid, M. B., Arnandy, D. A., & Arrosyidi, A. (2024). Monograf pengaruh media sosial TikTok pada tingkat religiositas mahasiswa di perguruan tinggi. CV Global Aksara Pers.
Nouwen, H. J. M. (2001). The inner voice of love. Image Books.
Ott, K. (2018). Christian ethics for a digital society. Rowman & Littlefield.
Papacharissi, Z. (2010). A private sphere: Democracy in a digital age. Polity Press.
Papacharissi, Z. (2015). Affective publics: Sentiment, technology, and politics. Oxford University Press.
Parinding, L. A. (2022). Prinsip etika Thomas Aquinas dalam mengatasi bullying di lingkungan sekolah pada siswa kelas IV di UPT SDN 7 Mengkendek [Skripsi, Institut Agama Kristen Negeri Toraja].
Scazzero, P. (2020). Emotionally healthy spirituality: Spiritualitas yang sehat secara emosi. Literatur Perkantas Jatim.
Siswanto, K. (2024). Peningkatan kualitas hidup manusia dalam perspektif teologi dan pendidikan Kristen. In Proceeding National Conference of Christian Education and Theology (Vol. 2, pp. 1–27).
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Turkle, S. (2011). Alone together: Why we expect more from technology and less from each other. Basic Books.
Turkle, S. (2015). Reclaiming conversation: The power of talk in a digital age. Penguin Press.
Wright, N. T. (2010). After you believe: Why Christian character matters. HarperOne.
Yoder, B. (2015). Helping youth grieve: The good news of biblical lament. Wipf and Stock Publishers.