Berteologi di Ruang Digital: Praktik Mahasiswa Teologi IAKN Tarutung dan Implikasinya Pada Penggunaan Media Sosial

Main Article Content

Chronika Naftali Pasaribu
Warseto Freddy Sihombing
Erman S. Saragih
Bernhardt Siburian
Haposan Silalahi

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Teologi IAKN Tarutung tentang teologi digital dan mengetahui praktik mahasiswa Teologi IAKN Tarutung dalam berteologi di ruang digital dan penggunaan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jumlah delapan informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemahaman mahasiswa Teologi IAKN Tarutung tentang teologi digital adalah sesuatu cara memahami, mempelajari dan menghayati Firman Tuhan dengan memanfaatkan perkembangan digital saat sekarang ini. Teologi digital bukanlah sekedar kegiatan yang memindahkan materi Teologi kedalam sarana digital, melainkan kajian reflektif tentang kajian iman Kristen dengan budaya dan ruang digital. Melalui digital, firman Tuhan juga dapat disampaikan dengan lebih luas sehingga banyak orang dapat belajar bertumbuh dalam iman tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. (2) Praktik berteologi di ruang digital dan penggunaan media sosial dilakukan oleh mahasiswa IAKN Tarutung dengan melakukan ibadah online di ruang digital pada aplikasi media sosial seperti aplikasi zoom. Ibadah dalam ruang digital tidak mengurangi kesan dan pesan dalam beribadah, dimana liturgika dari ibadah sama dengan ibadah secara nyata di dalam gereja. Ibadah dalam ruang digital mampu membuat umat Kristen beribadah dimana saja dan kapan saja sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan oleh mahasiswa Teologi IAKN Tarutung. Ibadah dalam ruang digital tetap berpusat kepada Tuhan dan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan sekalipun dengan menggunakan digital. Ibadah dalam ruang digital bukan karena tempatnya, melainkan ingin memuji Tuha, memberitakan firman Tuhan dan berdoa kepada Allah. Juga mahasiswa Teologi IAKN Tarutung adalah dengan membagikan konten-konten rohani yang dibagikan melalui platform media sosial seperti facebook, tiktok dan instagram.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Andi, A., & Kadir, A. (2003). Konsep tuntunan praktis basis data. CV Andi Offset.

Baharuddin, M. (2014). Pergumulan keberagaman di dunia Barat. Jurnal Theologia, 25(2), 396.

Bertens, K. (2007). Etika. PT Gramedia Pustaka Utama.

Depdikbud. (2002). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Dwiraharjo, S. (2020). Konstruksi teologis gereja digital: Sebuah refleksi biblis ibadah online di masa pandemi Covid-19. Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 4(1), 1–17.

Eliman, E. (2015). Kritik dan analisa terhadap pandangan Saksi Yehuwa tentang keilahian Yesus. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 30.

Hasanah, U. (2022). Fenomena judi online terhadap kecenderungan pemahaman hadis di era disrupsi digital. Jurnal Riset Agama, 2, 954.

Kalalo, J. (2024). Pendekatan teologi kontekstual terhadap penggunaan teknologi AI dalam ibadah bagi mahasiswa Fakultas Teologi UKIT. Educatio Christi, 4, 293.

Karim, A., et al. (2020). Pengantar teknologi informasi. Yayasan Labuhanbatu Berbagi Gemilang.

Nalle, O. D. (2021). Sekularisasi, kultur digital dan geliat agama: Tantangan dan sketsa berteologi digital di Indonesia. Kenosis: Jurnal Kajian Teologi, 7(2), 267.

Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Nata, A. (2012). Akhlak tasawuf dan karakter mulia. RajaGrafindo Persada.

Palupi, R. (2019). Penyalahgunaan media sosial sebagai alat propaganda. Jurnal Komunikasi, 10(1), 14.

Panuntun, D. F. (2023). Teologi di era digital: Refleksi, tantangan, dan peluang bagi gereja. BPK Gunung Mulia.

Samarennai, D. (2017). Berteologi dalam konteks Indonesia modern. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 1(1), 19–28.

Sastrosupono, S. (2001). Etika (Sebuah pengantar). Offset Alumni.

Setio, R. (2020). Teologi di era digital: Tantangan dan peluang bagi gereja. Kanisius.

Sugiyono. (2008). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta.

Sunarko, A. (2020). Dialog antara teologi dan filsafat perspektif teologi sistematik. Jurnal Logos, 17(2), 81.

Sutinen, E., & Copper, A. P. (2021). Digital theology. Emerald.

Titaley, J. A. (2018). Teologi dan budaya: Upaya menghadirkan Injil dalam konteks Indonesia. BPK Gunung Mulia.