Spritualitas Ekologis: Tanggung Jawab Pemimpin HKBP Menjaga Kelestarian Tano Batak

Main Article Content

Feby Ribka Situmorang
Nurelni Limbong

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana spiritualitas ekologis diwujudkan sebagai tanggung jawab pemimpin HKBP dalam menjaga kelestarian tano Batak. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, yang meliputi tiga dimensi yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Melalui pendekatan ini, peneliti mengungkap makna, tujuan, serta dampak dari wacana yang dibangun oleh ephorus dalam merespon krisis ekologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas ekologis dalam konteks HKBP tidak hanya dipahami sebagai refleksi teologis, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang bersifat profetik, advokatif, dan restorative. Seruan moral dan surat pastoral yang disampaikan menjadi bentuk kepemimpinan yang mendorong kesadaran kolektif, baik di kalangan jemaat maupun masyarakat luas, untuk menjaga kelestarian lingkungan. Wacana yang dibangun turut memengaruhi opini publik dan berkontribusi dalam mendorong perubahan kebijakan, yang pada akhirnya tercermin dalam keputusan pemerintah pusat pada Januari 2026 untuk mencabut izin operasional 28 perusahaan perusak lingkungan, termasuk PT TPL di wilayah tano Batak. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa spiritualitas ekologis merupakan bentuk tanggung jawab iman yang mewujud dalam aksi nyata pemimpin gereja. Tidak hanya berorientasi pada aspek spiritual, tetapi juga pada perjuangan keadilan ekologis dan keberlanjutan kehidupan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Agasta, F., & Raya, U. (2024). Spiritualitas Misional Gereja Dalam Krisis Ekologi Menurut Markus 16:15 Dan Thomas Berry. Jurnal Salvation, 5(1), 38–48.

Alfian, A., Kudussisara, K., Maimunah, N. S., & Susana, I. (2025). Masyarakat Adat dan Toba PULP Lestari: Pemetaan Aktor dan Analisis Konflik Agraria. Aceh Anthropological Journal, 9(1), 53–69. https://doi.org/10.29103/aaj.v9i1.20332

Aman, P. C. (2016). Teologi Ekologi dan Mistik-Kosmik St. Fransiskus Asisi. DISKURSUS: Jurnal Filsafat Dan Teologi, 15(2).

Ardiani, G. W. (2023). Dampak Budidaya Keramba Jaring Apung Terhadap Lingkungan Danau Toba Di Kabupaten Simalungun. Cross-Border, 6(2), 113–119.

Creswell, J. W. (2016). Reseacrh Design (4th ed.). PUSTAKA PELAJAR.

Deane-Drummond, C. (1999). Teologi dan Ekologi (P. D. R. P. Borrong (ed.)). SCM Press Ltd 9-17 St Albans Place London NI ONX.

Fairclough, N. (2013). Critical Discourse Analysis The Critical Study of Language. Routledge.

Johnson, P. S., & Simandjorang, Kennedy Wilmar, E. (2021). “Selamatkan Danau Toba Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi ? Kalau Bukan Kita Siapa Lagi ? Fundamental Management Journal, 8, 167–186.

Musdodi, M. J. F. (2025). Transformasi Profetik Huria Kristen Batak Protestan Dalam Konflik Sosial-Ekologis. MARSAHALA: Jurnal Studi Agama Dan Budaya, 1(1), 26–35.

Napitupulu, L., & Saragih, J. C. W. (2026). Ekoteologi sebagai Suara Kenabian Gereja: Pembacaan atas Respons HKBP terhadap Krisis Ekologi. The Way: Jurnal Teologi Dan Kependidikan, 12(1).

Praprowarso, Y., & Ngesthi, Y. S. E. (2006). Peran Gembala dalam Kepemimpinan Gereja Ekoteologis: Studi Biblikal Kritis terhadap Mandat Ciptaan. Veritas Lux Mea, 8(1).

Purba, F. A. (2024). Di Bawah Bayang-bayang Toba Pulp Lestari : Teologi Pembebasan untuk Memulihkan Ekologi Danau Toba. 14(1), 1–20. https://doi.org/10.46495/sdjt.v14i1.273

Sianipar, H. F., Sianipar, R. A., & Marpaung, F. B. S. (2025). Nature : Mitologi Hariara Sundung Di Langit Untuk Keberlanjutan Alam Di Masyarakat Batak Toba. Jurnal Teologi RAI, 2(1), 15–27.

Simangunsong, B. (2021). Tanggung Jawab Gereja Membangun Gerakan Eco-literacy di Kaldera Toba Unesco Global Geopark. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 5(2), 262–275.

Simangunsong, B. (2022). Spiritualitas Eco-Kenosis: Mempertemukan Kajian Ekologis Sallie McFague dan Agama Malim dalam Konteks Pemulihan Danau Toba. Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.

Siregar, O. R. (2024a). Tangihon Anggukanggukkon, Asi Roham Jahowa: Sebuah Upaya Berteologi Ekologi Liberatif Kontekstual Untuk Membebaskan Tanah dan Hutan Adat Masyarakat Suku Batak Toba dari Eksploitasi dan Melawan Hegemoni Toba Pulp Lestari Tbk. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 4(1), 57–74. https://doi.org/10.21460/aradha.2024.41.1320

Siregar, O. R. (2024b). Tangihon Anggukanggukkon, Asi Roham Jahowa: Sebuah Upaya Berteologi Ekologi Liberatif Kontekstual Untuk Membebaskan Tanah Dan Hutan Adat Masyarakat Suku Batak Toba Dari Eksploitasi Dan Melawan Hegemoni Toba Pulp Lestari Tbk. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 4(1).

Tinambunan, V. (2014a). Spiritualitas Ekologis. Institut Darma Mahardika.

Tinambunan, V. (2014b). Spiritualitas Ekologis Buku Pengucapan Syukur Ulang Tahun ke-50. Institut Darma Mahardika.