Peran Penyuluh Agama Kristen dalam Pembinaan Kesejahteraan Sosial Lansia di Desa Hutabarat Parbaju Toruan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran penyuluh agama kristen dalam pembinaan kesejahteraan sosial lansia, khususnya dalam aspek spiritual. Latar belakang dari penelitian ini didasari oleh peningkatan keberadaan lansia yang menghadapi berbagai permasalahan spiritual seperti perasaan kehilangan orang terdekat, menurunnya rasa kepercayaan diri, rasa cemas, dan ketenangan dalam emosional. Penyuluh agama kristen adalah orang yang diberikan mandat atau tanggungjawab dalam membimbing masyarakat, dalam pembinaan rohani, mental dan sosial lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitati dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kepada kegiatan yang dilakukanoleh penyuluh agama kepada kaum lansia. Adapun yang menjadi hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima peran utama penyuluh agama kristen yaitu: (1) Penyuluh Agama Kristen Sebagai Pendamping iman Lansia, (2) Penyuluh Agama Kristen Sebagai motifator iman bagi Lansia, (3) Penyuluh Agama Sebagai Pembimbing Dalam Pertumbuhan Spiritual Lansia, (4) Penyuluh Agama Sebagai pendamping emosional Lansia, (5) Penyuluh Agama Kristen Sebagai Mediator Keharmonisan Hubungan Lansia Dengan Keluarga penelitian ini memberikan kontribusi yang baru karena menghubungkan antara kesejahteraan spiritual sebagai bentuk terwujudnya kesejahteraan sosial bagi lansia.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Agustini, N. R. S., Ifadah, E., Sujati, N. K., Juliastutu, D., Pratiwi, A., Hutagalung, R., Sari, F. N., & Swedarma, K. E. (2024). Psikososial dan budaya dalam keperawatan. PT Softpedia Publishing Indonesia.
Albi, A., & Johan, S. (2018). Metode penelitian kualitatif. CV Jejak.
Anitasari, B., & Fitriani. (2021). Hubungan pemenuhan kebutuhan spiritualitas dengan kualitas hidup lansia: Literature review. Jurnal Fenomena Kesehatan, 4(1), 463–477.
Dudung, A. R., & Firman, N. (2018). Menjadi penyuluh agama profesional: Analisis teoritis dan praktik. Lekkas.
Dwisetyo, B. (2020). Strategi holistik peningkatan kualitas hidup lansia. Penerbit Amerta Media.
Ewanan, S., & Resua, A. (2025). Peran penyuluh agama Kristen dalam membangun karakter religius warga binaan masyarakat Rutan Kelas IIB Kabupaten Mamuju. HUMANITIS: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 3(6), 1707–1718.
Farihin, A., & Fitria, F. (2024). Pembinaan kesejahteraan berkelanjutan bagi masyarakat lansia melalui peran tokoh agama di Kabupaten Subang. Jurnal Ekonomi Utama, 3(3), 289–303.
Fitriana, E., Sari, R. P., & Wibisono. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kesepian pada lansia. Nusantara Hasana Journal, 1(5), 97–104.
Halimsetiono, E. (2021). Pelayanan kesehatan pada warga lanjut usia. KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, 3(1), 64–70.
Herti, W. P., & Ratmanasuci, Y. P. R. (2024). Sehat tanpa batas usia. Karya Bakti Makmur (KBM) Indonesia.
Kartikasari, D., & Handayani, F. (2012). Pemenuhan kebutuhan dasar manusia pada lansia demensia oleh keluarga. Jurnal Nursing Studies, 1(1), 175–182.
Kiik, S. M., Sahar, J., & Permatasari, H. (2018). Peningkatan kualitas hidup lanjut usia (lansia) di Kota Depok dengan latihan keseimbangan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(2), 109–116.
Krisna, W. S., & Sriati, A. (2021). Kesejahteraan spiritual pada lansia. CV Azka Pustaka.
Muazaroh, S., & Subaidi. (2019). Kebutuhan manusia dalam pemikiran Abraham Maslow (Tinjauan maqasid syariah). Al-Mazahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 7(1), 17–33.
Nababan, A., Sari, A. N. P., Manalu, G. S. J., Hutagalung, T. I., & Waruwu, A. (2024). Metode dan teknik bimbingan penyuluh agama. PT Sci Finetech Andrew Wijaya.
Paende, E. (2019). Pelayanan terhadap jemaat lanjut usia sebagai pengembangan pelayanan kategorial. Missio Ecclesiae, 8(2), 93–115.
Pramono, P. T., Astuti, P., & Widayati, W. (2015). Pelaksanaan peningkatan kesejahteraan lansia di Unit Pelayanan Sosial Lansia “Wening Wardoyo” Ungaran. Journal of Political and Government Studies, 5(4), 161–170.
Prahasaskita, M. S., & Lestari, M. D. (2023). Stimulasi fungsi kognitif pada lanjut usia di Indonesia: Tinjauan literatur. Buletin Psikologi, 31(2), 247.
Puspitasari, R. B., & Arsiyah, A. (2015). Peran pemerintah dalam pemberdayaan lanjut usia di Kabupaten Sidoarjo. JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik), 3(2), 199–212.
Redjeki, S., & Herniwaty. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan lanjut usia di Puskesmas Johar Baru II Jakarta. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Lanjut Usia di Puskesmas Johar Baru II Jakarta, 2, 1–10.
Rela, S. (2015). Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lansia melalui Pos Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPS LU) di Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Universitas Negeri Yogyakarta.
Samsul, A. B. (2022). Peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat melalui kelompok usaha bersama Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Santoso, H. (2009). Memahami krisis lanjut usia. PT Gunung Mulia.
Sari, A. N. P., Simamora, H. I. T., Aritonang, H. D., Karina, E. D., & Sipahutar, M. A. (2022). Peningkatan kompetensi penyuluh agama di Kabupaten Toba melalui pelatihan komunikasi yang efektif dan efisien. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI), 2(2), 229–239.
Setyarini, E. A., Niman, S., Parulian, T. S., & Hendarsyah, S. (2022). Prevalensi masalah emosional: Stres, kecemasan dan depresi pada usia lanjut. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 4(1), 21–27.
Sihite, F. (2023). Spiritual reinforcement bagi para lansia menghadapi kematian berdasarkan 1 Tesalonika 4:13–18. Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen, 8(1), 45–60.
Sipahutar, M., Imeldawati, T., et al. (2025). Peran penyuluh agama Kristen dalam meningkatkan motivasi hidup bagi komunitas lansia Dos Roha di Desa Hutatinggi. ELETTRA: Jurnal, 52–66.
Siregar, A. W., Sinaga, P. R., Sihite, J. E., et al. (2023). Keterampilan penyuluh dalam membimbing diskusi kelompok dengan menggunakan media pembelajaran. Jurnal Penyuluh Agama, 12–23.
Soegiharto, G. T. H. (2022). Peran agama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Jurnal Teruna Bhakti, 4(2), 267–280.
Steven, S. N. R. (2024). Agama dan kesejahteraan sosial. PT Indonesia Delapan Kreasi Nusa.
Sudaryono. (2016). Metode kualitatif pendidikan. PT Kharisma Putra Utama.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian. Alfabeta.
Susilo, P. (2017). Paradigma metode penelitian kualitatif. UNI Pres.
Trifosa, F., & Herman, S. (2025). Peran Pendidikan Agama Kristen dalam mengatasi tantangan kesehatan mental pada lansia. Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 10(1), 20–37.
Waridah, E. (2017). Kamus bahasa Indonesia. PT Kawah Media.
Warunglawar, B., & Leba, K. (2020). Kesejahteraan sosial: Sebuah perspektif dialektis. Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila dan Kewarganegaraan), 1(1), 10–24.
Widiastuti, M., Simamora, R., Berutu, P., Bancin, J. R., Simangunsong, P., & Pasaribu, P. (2024). Praktik pembinaan spiritual bagi lansia dalam konteks Pendidikan Agama. Jurnal Trust Pentakosta, 1(1).
Yaslina, M., & Mutia, R. S. (2021). Aspek fisik dan psikososial terhadap status fungsional pada lansia. Prosiding Seminar Kesehatan Perintis, 4(2), 68–73.
Yusriana, E. R., Rekawati, E., & Nurviyandari, D. (2018). Yusriana. Jurnal Kesehatan Mercusuar, 1(1), 24.
Zakarijah, E., Bengke, M., & Suranto. (2024). Menyelami kekayaan humor dalam perkataan dan perbuatan Yesus berdasarkan Kitab Injil. KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 2(2).