Studi Komparatif Keaktifan Belajar Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Melalui Model Pembelajaran Time Token Dengan Model Pembelajaran Direct Instruction Pada Siswa Kelas X SMK N 1 Siatas Barita

Main Article Content

Enjelina Togatorop
Pestaria Naibaho

Abstract

Tujuan penelitian ini antara lain: 1) untuk mengetahui keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti siswa kelas X SMK N 1 Siatas Barita yang menggunakan model pembelajaran time token; 2) untuk mengetahui keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti siswa kelas X SMK N 1 Siatas Barita yang menggunakan model pembelajaran direct instruction; dan 3) untuk mengetahui perbedaan antara keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti siswa dengan model pembelajaran time token dibandingkan dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran direct instruction pada siswa kelas X SMK N 1 Siatas Barita Tahun Ajaran 2025/2026. Hipotesa penelitian adalah: “terdapat perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran time token dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran direct instruction pada siswa kelas X SMK N 1 Siatas Barita Tahun Ajaran 2025/2026.” Populasi adalah keseluruhan siswa dikelas X SMK N 1 Siatas Barita Tahun Ajaran 2025/2026 berjumlah 388 orang. Sampel penelitian ditetapkan sebanyak 66 orang menggunakan teknik purposive sampling yang mana 31 orang kelas X kuliner sebagai kelas eksperimen 1 dengan model pembelajaran time token dan 35 orang kelas X kecantikan sebagai kelas eksperimen 2 dengan model pembelajaran direct instruction. Metode penelitian ini yaitu metode pewnelitian kuantitatif dengan desain penelitian perbandingan kelompok statis atau rancangan post-test terhadap kelompok kelompok non equivalent. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah item angket sebanyak 30 item. Data penelitian untuk angket dianalisa dengan menggunakan rumus uji t Separated Varians. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung  = 7,155 > ttabel (α=5%) = 2,042. Nilai thitung berada pada daerah kurva penolakan H0 dan penerimaan Ha. Dengan demikian dapat disimpulkan hipotesa penelitian diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara keaktifan belajar siswa yang menggunakan model time token dengan siswa yang menggunakan model direct instruction pada siswa kelas X SMK N 1 Siatas Barita Tahun Ajaran 2025/2026. Perbedaan keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti siswa kelas X SMK N 1 Siatas Barita Tahun Ajaran 2025/2026 diketahui dari keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti siswa dengan model pembelajaran time token sebesar 3,12 lebih tinggi dari rata-rata keaktifan belajar pendidikan agama kristen dan budi pekerti siswa dengan model pembelajaran direct instruction yakni sebesar 2,49.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Amalia, I. (2023). Penerapan model pembelajaran Time Token untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa sekolah dasar. Journal of Primary Education, 6(2).

Arikunto, S. (2018). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Banun., dkk. (2022). Teori dan pengembangan pembelajaran berbasis teknologi digital di sekolah dasar. Deepublish.

Fadly, Fadly. (2022). Model-model pembelajaran untuk implementasi Kurikulum Merdeka. Bening Pustaka.

Feni., dkk. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan belajar peserta didik kelas III SD. Jurnal Ilmiah Kontekstual, 2(2).

Fibriani, H., Suyoto, & Ngazizah, N. (2023). Upaya peningkatan keaktifan dan kemampuan mengemukakan pendapat siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe time token pada mata pelajaran PKn. Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1).

Gultom, F., & Sitepu, E. (2025). Buku ajar model-model pembelajaran. PT Literasi Nusantara Abadi Group.

Huda, M. (2013). Model-model pengajaran dan pembelajaran. Pustaka Pelajar.

Hunaepi. (2014). Model pembelajaran langsung: Teori dan praktik. Duta Pustaka Ilmu.

Husvina, S., Bunari, & Suroyo. (2024). Pengaruh model pembelajaran Time Token Arends (TTA) terhadap keaktifan belajar sejarah siswa kelas XI IPS SMAN 1 Tembilahan. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(8).

Lathif, I. (2023). Pengaruh keaktifan siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di dalam kelas 5 SD Dersalam. Jurnal C.E.S.

Mudjiono. (2006). Belajar dan pembelajaran. Rineka Cipta.

Sadiman. (2018). Metode active learning: Upaya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Deepublish.

Shoimin, A. (2022). 68 model pembelajaran inovatif dalam Kurikulum 2013. Ar-Ruzz Media.

Sinar. (2018). Metode active learning: Upaya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Deepublish.

Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.

Suarni. (2017). Meningkatkan keaktifan belajar siswa pada kompetensi dasar organisasi pelajaran PKn melalui pendekatan pembelajaran PAKEM untuk kelas IV SD Negeri 064988 Medan Johor T.A. 2014/2015. Journal of Physics and Science Learning, 1(2).

Sudarmanto, E., dkk. (2021). Model pembelajaran era Society 5.0. Insania.

Sudjana, N. (2009). Penilaian hasil proses belajar mengajar. PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sukardi. (2013). Metodologi penelitian pendidikan: Kompetensi dan praktiknya. PT Bumi Aksara.

Wahyuningsih, E. (2020). Model pembelajaran mastery learning: Upaya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Deepublish.