Konstruksi Sosio-Ekologis Pelestarian Lingkungan melalui Ritual Ulur-Ulur di Telaga Buret
Main Article Content
Abstract
Ritual ulur-ulur merupakan salah satu tradisi yang dilestarikan di wilayah Campurdarat Tulungangung. Ritual ini merupakan salah satu tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh Masyarakat Campurdarat di Telaga Buret sebagai bentuk Syukur kepada Tuhan atas kelimpahan sumber mata air. Keberadaan Ritual Ulur-ulur tidak hanya memiliki makna spiritual, melainkan memberi makna sosial bagi Masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan hubungan antara ritual Ulur-ulur dengan pemahaman Masyarakat tentang pelestarian lingkungan di Telaga Buret. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang memanfaatkan wawancara, observasi partisipan dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual ulur-ulur berperan dalam pembentukan pemahaman Masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air. Nilai-nilai pelestarian lingkungan terbentuk melalui kesepakatan sosial dan narasi mistis yang mengalami objekivasi. Ritual Ulur-ulur tidak hanya dimaknai sebagai ritual budaya, tetapi juga mengandung aspek sosial seperti gotong royong, kepatuhan terhadap norma, dan kesadaran kolektif dalam partisipasi menjaga lingkungan. Prosesi ritual yang dilakukan secara berkala menjadi sarana memperkuat hubungan masyarakat dengan ruang hidupnya. Melalui perspektif konstruksi sosial mengenai proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, nilai-nilai ekologis dalam upaya untuk pelestarian lingkungan diwariskan sehingga membentuk kesadaran bersama.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Afiyanto, H., & Sun, M. (2024). ULUR-ULUR TRADITION: Negotiations on Local Islam and Tulungagung Culture. ASANKA: Journal of Social Science and Education, 5(2), 121–135. https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/asanka/article/view/9074
Amalina, Z. (2026). KONSTRUKSI EKOTEOLOGI DALAM PELESTARIAN HUTAN ADAT BAYAN DI LOMBOK UTARA NUSA TENGGARA BARAT. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama, 9(1), 322–338.
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social Construction of Reality. Doub leday & Company, In c.
Dharma, F. A. (2018). Konstruksi Realitas Sosial : Pemikiran Peter L . Berger Tentang Kenyataan Sosial The Social Construction of Reality : Peter L . Berger ’ s Thoughts About Social Reality. 7(1), 1–9. https://doi.org/10.21070/kanal.v
Dzahabiyya, A. S., Rahayu, P., & ... (2025). Identifikasi Upaya Konservasi Sungai Berbasis Masyarakat di Kampung Iklim Gajah Putih, Karangasem, Laweyan, Surakarta. Desa-Kota: Jurnal …, 7(1), 29–43. http://jurnal.uns.ac.id/jdk/article/view/78764%0Ahttps://jurnal.uns.ac.id/jdk/article/download/78764/49203
Erianata, H., Agustin, T., Setiabudi, U. M., & Brebes, K. (2025). Peran upacara adat dalam kehidupan masyarakat bali. Jurnal Media Akademik, 3(12), 2–14.
Fatonah, R., Maulana, M. Z., & Yasin, M. (2024). Hubungan Masyarakat dan Budaya Lokal dalam Interaksi Sosial Masyarakat. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 02, 41–50.
Geng, Y., Hu, G., Ranjitkar, S., Shi, Y., Zhang, Y., & Wang, Y. (2017). The implications of ritual practices and ritual plant uses on nature conservation : a case study among the Naxi in Yunnan Province , Southwest China. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 1–11. https://doi.org/10.1186/s13002-017-0186-3
Kulla, S., Bagir, Z. A., Northcott, M. S., Studies, I., Mada, U. G., & Utara, J. L. T. (2024). Revitalization of religious narratives for water resource preservation : A case study of Mori indigenous community , Central Sulawesi. 7(2), 284–299.
Minarti, I., Azmi, R. N., Afiyah, S. D., & Sari, V. R. (2024). Adaptasi Sosio-Ekologis dan Implementasi Etika Lingkungan di Kelurahan Kahuripan Kota Tasikmalaya. Jurnal Pendidikan Humaniora, 3(2), 101–109.
Niman, E. M., Tapung, M., Rudiyanto, Z., Ntelok, E., & Darong, H. C. (2023). KEARIFAN LOKAL DAN UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN AIR : STUDI ETNOGRAFI MASYARAKAT ADAT MANGGARAI, FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR. Kajian Budaya, 13(1), 2–5. https://doi.org/10.17510/paradigma.v13i1.1160
Philia, I. T., Sembiring, T., Siahaan, R. Y., & Pratama, D. E. (2025). Dampak Modernisasi Terhadap Dinamika Kebudayaan Masyarakat di Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Kewarganegaraan Indonesia, 2, 10–22.
Pramono, M. S., Tampake, T., Lattu, I. Y. ., & Molewe, A. C. (2024). Peter L. Berger and Thomas Luckmann’s social construction of the institutionalization of tolerance values in the Nyadran Perdamaian tradition. AL MA’ARIEF : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Budaya, 6(1), 49–61. https://doi.org/10.35905/almaarief.v6i1.9759
Rahmanda, A. N., & Sukmawan, S. (2025). Tradisi Ulur-ulur sebagai sejarah lisan kolektif: Strategi konservasi di Telaga Buret. Jurnal Sejarah, Budaya, Dan Pengajarannya, 10–11, 40–59. https://doi.org/10.17977/um020v19i12025p40-59
Riduan, A. (2024). Tantangan dan Peluang dalam Implementasi Kebijakan Lingkungan di Pemerintahan Daerah. Bulletin of Community Engagement, 4(1), 232–237.
Santoso, E. N. S., Eko Wardani, N., & Anindyarini, A. (2021). Local Wisdom Ulur-Ulur Tlaga Buret Ceremony in Tulungagung. Humaniora, 12(3), 209–215. https://doi.org/10.21512/humaniora.v12i3.7024
Sedia, G. (2025). Krisis Lingkungan Akibat Sampah dan Penambangan Emas Ilegal Peran Manusia dalam Merusak Alam. Jurnal Ilmu Hukum, 13(September), 96–109.
Seftiani, P. D., Susiawati, E., Roqobih, F. D., & Puspitarini, S. (2025). Synergy of Nature Conservation and Local Wisdom Through the Ruwatan Bumi Tradition in Winongo Subdistrict Manguharjo District Madiun City International Journal Of. International Journal Of Education And Social Reserach, 3(2), 1–11.