Hubungan Cerita Malin Kundang dengan Motivasi Belajar Pendidikan Karakter PAK Menghormati Orang Tua
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara internalisasi nilai moral dalam cerita rakyat Malin Kundang terhadap motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Fenomena krisis karakter dan rendahnya dorongan belajar menjadi latar belakang utama dilakukannya kajian ini dengan memanfaatkan kearifan lokal sebagai instrumen pedagogis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan capaian angka yang signifikan, di mana tingkat internalisasi cerita Malin Kundang berada pada persentase 91% (Sangat Tinggi) dan tingkat motivasi belajar siswa mencapai 86% (Sangat Tinggi). Temuan ini membuktikan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara kedua variabel. Proses internalisasi yang dilakukan secara sistematis melalui integrasi ajaran agama, penyampaian narasi yang emosional, dan diskusi reflektif terbukti efektif membangun kesadaran batin siswa. Motivasi belajar yang muncul bukan didasarkan pada paksaan, melainkan transformasi rasa takut menjadi "anak durhaka" menjadi semangat positif untuk membahagiakan orang tua melalui prestasi akademik. Penelitian ini merekomendasikan agar guru lebih inovatif dalam menggunakan pendekatan cerita rakyat untuk menyentuh aspek afektif siswa. Selain itu, pihak sekolah disarankan untuk mengintegrasikan nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum guna memperkuat karakter dan mentalitas juara peserta didik.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Arthur, E., & Berkowitz, M. W. (2020). Prosocial education: Developing character through school-based strategies. Dalam Direktorat Jenderal PAUD dan Dikdasmen, Panduan Pengembangan Pendidikan Karakter (hlm. 45-52). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Christina, Shintia. 2025. “Lentera Nusantara.” 4(2): 188–206.
Makmun, A. S. (2003). Psikologi pendidikan. Remaja Rosdakarya.
Maunah, Binti. 2016. “Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembentukan Kepribadian Holistik Siswa.” Jurnal Pendidikan Karakter (1): 90–101.
Marlina, R. R., & Erita, Y. (2023). Analisis pembentukan karakter siswa sekolah dasar melalui cerita legenda malin kundang. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 8(2), 3016–3023
Munawaroh, Azizah. 2019. “Keteladanan Sebagai Metode Pendidikan Karakter.” 7(2).
Nasution, H., Harahap, S., & Sukriah, E. (2022). Unsur kearifan lokal dalam legenda “Malin Kundang.” Studia Sosia Religia, 5(1), 45–56
Pajević, A., & Fehratović, M. (2019). Motivation and learning. Zbornik Radova Učiteljskog Fakulteta u Prizrenu-Leposaviću, 13, 169–184.
Permatahati, Sherly Rizky, Septia Indana Zulfa, and Alifia Ahwal Zakiyyah. 2022. “Nilai Moral Dalam Cerita Rakyat Malin Kundang.” 1(4): 253–60.
Qodri, Lailatul, and Khairum Alfi. 2025. “ANALISIS NILAI MORAL PADA CERITA RAKYAT MALIN KUNDANG , TIMUN MAS , DAN DANAU TOBA DALAM BUKU BAHASA INDONESIA KELAS 3 SEKOLAH DASAR.” 2(1): 399–407.
Rahayu, Ade. 2024. “Penanaman Nilai Karakter Dengan Metode Bermain Peran Cerita Legenda Malin Kundang Untuk Anak Sekolah Dasar.” 6(6): 2745–52.
Siregar, A. W., & Veronika, I. (2013). Strategi untuk meningkatkan motivasi belajar warga belajar. Jurnal Education for All: Media Informasi Ilmiah Bidang Pendidikan Luar Sekolah, 1(1).
Uno, H. B. (2008). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.
Widianto, E. (2024). Analisis narasi cerita rakyat Indonesia dalam pembelajaran budi pekerti di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru, 11(3), 301–315.