Hubungan Cerita Cerpen “Noemuti Sisir Perak dan Nilai Kejujuran” dengan Motivasi Belajar Anti Korupsi Pendidikan Agama Kristen Kelas VII SMP N 7 Tarutung Tahun 2026

Main Article Content

Puput Sarah Hutabarat
Keybran Situmeang
Lembang Yanatio Situmeang
Andar Gunawan Pasaribu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara cerpen Noemuti Sisir Perak dengan penanaman nilai kejujuran serta kaitannya terhadap motivasi belajar anti korupsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarutung. Cerpen sebagai salah satu karya sastra memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik, terutama dalam menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Melalui analisis isi cerita, ditemukan bahwa tokoh dan alur dalam cerpen Noemuti Sisir Perak merepresentasikan konflik moral yang menekankan pentingnya bersikap jujur meskipun dalam situasi sulit. Nilai kejujuran yang terkandung dalam cerita tersebut dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Anti Korupsi sebagai upaya preventif terhadap perilaku koruptif sejak dini. Implementasi pembelajaran berbasis sastra terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena materi menjadi lebih kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman cerpen Noemuti Sisir Perak, internalisasi nilai kejujuran, dan peningkatan motivasi belajar anti korupsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarutung. Pembelajaran sastra yang berorientasi pada pendidikan karakter dapat menjadi strategi efektif dalam membangun generasi yang berintegritas dan berkomitmen terhadap nilai-nilai anti korupsi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Direktorat Sekolah Menengah Pertama. (2022). Panduan penguatan budaya sekolah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Emda, A. (2021). Motivasi belajar dalam perspektif pendidikan modern. Rajawali Pers.

Friskilia, O., & Winata, H. (2018). Regulasi diri (pengaturan diri) sebagai determinan hasil belajar siswa sekolah menengah kejuruan. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 3(1), 36–43. https://doi.org/10.17509/jpm.v3i1

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Merdeka belajar: Transformasi pendidikan Indonesia. Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Profil Pelajar Pancasila. Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Model pembelajaran kontekstual pada Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan penguatan literasi dalam Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Komisi Pemberantasan Korupsi. (2022). Pendidikan antikorupsi untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. KPK.

Nurrisa, F., & Hermina, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran, 2(3), 793–800.

Pasaribu, A. G. (2020). Hubungan kreativitas mengajar pendeta dengan motivasi belajar anak katekisasi Sidhi. KURIOS, 6(2), 367–379. https://doi.org/10.30995/kur.v6i2

Suherli, A., dkk. (2021). Pembelajaran sastra berbasis karakter. Yrama Widya.

Supriyadi. (2023). Pembelajaran sastra yang apresiatif dan integratif. UNY Press.

Suyanto. (2021). Pendidikan karakter di era Merdeka Belajar. UNY Press.

Uno, H. B. (2020). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.