Kajian Teologis Tentang Ritual Sesajen Pelleng Pembukaan Lahan Baru Tradisi Pakpak Berdasarkan Keluaran 20:3
Main Article Content
Abstract
Ritual Pelleng merupakan tradisi masyarakat Pakpak yang dilakukan saat pembukaan lahan baru sebagai ungkapan harapan akan keselamatan dan keberhasilan dalam pertanian. Namun praktik pemberian sesajen kepada roh-roh dalam ritual tersebut menimbulkan persoalan teologis bagi umat Kristen karena berpotensi bertentangan dengan ajaran Alkitab, khususnya Keluaran 20:3 yang menegaskan larangan memiliki allah lain selain Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna teologis Keluaran 20:3 serta relevansinya terhadap praktik ritual sesajen Pelleng dalam masyarakat Pakpak. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode eksegesis pada buku Old Testament exegesis: a handbook for students and pastors oleh Douglas K. Stuart, melalui analisis eksegesis terhadap teks Keluaran 20:3 yang meliputi kajian konteks historis, bahasa, dan makna teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keluaran 20:3 menegaskan penyembahan eksklusif kepada Tuhan dan menolak segala bentuk penyembahan kepada kuasa lain. Oleh karena itu, praktik pemberian sesajen kepada roh-roh dalam ritual Pelleng tidak sejalan dengan prinsip iman Kristen. Namun Pelleng sebagai makanan adat bagi masyarakat Pakpak yang sudah turun temurun juga memiliki nilai sosial dan budaya yang positif, seperti solidaritas, kebersamaan dan ucapan syukur. Kesimpulannya, tradisi Pelleng tidak harus ditolak sepenuhnya, tetapi perlu mengalami transformasi makna, yaitu diarahkan menjadi ungkapan syukur kepada Tuhan sehingga budaya tetap terpelihara tanpa menyimpang dari iman Kristen.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Angga. (2017). Pelleng kuliner khas Pakpak: Seri informasi budaya. Pusat Penelitian Pakpak.
Bancin, R. (2018). Tradisi Pelleng dan nilai solidaritas sosial dalam budaya Pakpak. Universitas HKBP Nommensen Press.
Bancin, S. H. D., et al. (2016). Pelleng: Studi etnografi mengenai manfaat Pelleng dalam upacara adat masyarakat Pakpak Simsim. Universitas Sumatera Utara.
Bevans, S. B. (2002). Models of contextual theology. Orbis Books.
Bright, J. (2000). A history of Israel. Westminster John Knox Press.
Fee, G. D., & Stuart, D. (2014). How to read the Bible for all its worth (4th ed.). Zondervan.
Green, D. (2012). Pembimbing pada pengantar Perjanjian Lama. Gandum Mas.
Hamilton, V. P. (2011). The book of Exodus: Chapters 1–18. Eerdmans.
Kitchen, K. A. (2003). On the reliability of the Old Testament. Eerdmans.
Lingga, L. A. (2023). Tradisi makan Pelleng dalam memotivasi percaya diri individu pada masyarakat Lae Nuaha Kecamatan Siempat Nempu Hulu Kabupaten Dairi (Tesis). UIN Sumatera Utara.
Longman, T., III. (2012). Introducing the Old Testament: A short guide to its history and message. Zondervan.
Manik. (2015). Kebudayaan dan sistem religi masyarakat Pakpak Dairi. USU Press.
Setiabudi, R. (2008). Sejarah Israel: Dari Abraham sampai zaman modern. BPK Gunung Mulia.
Siswanto, S. B., & Krido. (2021). Implikasi kronologi Israel keluar dari Mesir dalam kitab Keluaran. Jurnal Shema, 1(1), 9.
Sitopu, E. (2010). Memahami dan memaknai hukum Taurat. Christian Humaniora, 1(8), 4.
Smith, M. S. (2002). The early history of God: Yahweh and the other deities in ancient Israel. Eerdmans.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Syahputra, H. (2014). Tinjauan teologis terhadap jamuan makan ayam Peleng di Kabupaten Dairi (Tesis). UIN Sumatera Utara.
Thiselton, A. C. (2007). The hermeneutics of doctrine. Eerdmans.
Walton, J. H. (2006). Ancient Near Eastern thought and the Old Testament. Baker Academic.
Wijaya, E. C., & Laksana, W. (2021). Tinjauan teologis dan fenomenologis makan persembahan berhala. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta, 2(2), 102.
Wolff, H. W. (2015). Alkitab: Suatu pengantar komprehensif. Deepublish.
Wright, C. J. H. (2004). Old Testament ethics for the people of God. IVP Academic.