Spiritualitas Digital: Merawat Gaya Hidup Sederhana Mahasiswa Prodi Teologi Di Tengah Gempuran Belanja Online

Main Article Content

Meli Afriani N

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan mahasiswa, termasuk dalam pola konsumsi dan praktik spiritual mereka. Kemudahan akses terhadap platform belanja online, promosi digital, serta pengaruh media sosial turut mendorong munculnya perilaku konsumtif di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara spiritualitas digital dengan perilaku konsumtif mahasiswa Program Studi Teologi serta mengkaji hidup sederhana sebagai solusi dalam menghadapi gempuran budaya konsumtif di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital dan media sosial memengaruhi pola konsumsi mahasiswa, terutama melalui promosi belanja online yang sering memicu pembelian impulsif. Namun demikian, temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki pemahaman spiritual yang baik cenderung lebih mampu mengendalikan perilaku konsumtif. Spiritualitas digital yang diwujudkan melalui refleksi iman, penggunaan media digital untuk mengakses konten rohani, serta kesadaran terhadap nilai-nilai Kristen mendorong mahasiswa membangun sikap hidup yang lebih bijaksana. Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan prinsip hidup sederhana menjadi solusi penting dalam menghadapi gaya hidup konsumtif di era digital.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Abubakar, R. (2021). Pengantar metodologi penelitian. Yogyakarta: SUKA-Press UIN Sunan Kalijaga.

Amelia, R. (2022). Pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif mahasiswa. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 55–67.

Angga, S., & Firmanto, A. D. (2023). Digital ecclesia sebagai gereja sinodal yang mendengarkan. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 8(1), 170–183.

Benyamin, N. C. (2018). Spiritualitas dalam doa Bapa Kami. Jurnal Abdiel, 2(2), 31–34.

Blegur, R. (2020). Perspektif teologis tentang makna “kehadiran” dalam kultur digital. Studia Philosophica et Theologica, 22(2), 252.

Campbell, H. (2012). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds.

Cantikasari, Y., & Basiya, R. (2020). Pengaruh motivasi hedonis, materialisme, dan shopping lifestyle terhadap pembelian impulsif. E-Mabis: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis, 23(2), 35–37.

Chen, J. (2023). Social media addiction and consequences in adolescents. Lecture Notes in Education Psychology and Public Media, 7, 291–296.

Dawson, L. L., & Cowan, D. E. (2004). Religion online: Finding faith on the internet.

Eldista, E., & Agung, B. S. (2019). Mental accounting: Memaknai kebahagiaan dari sisi lain gaya hidup mahasiswa kos. Jurnal Akuntansi, 17(2), 121–124.

Gulo, I., & Gulo, E. K. (2024). Gaya hidup konsumerisme di kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi BNKP Sundermann. HINENI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa.

Haryono, S. C. (2021). Spiritualitas rasa malu (disgrace shame) sebagai jalan pertumbuhan spiritual dari sudut pandang teologi.

Haryono, S. C. Spiritualitas doa klasik bagi kehidupan modern. Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

Hikmah, D. N., & Surawan. (2024). Spiritualitas dan media sosial: Eksplorasi peran konten agama di Instagram dalam meningkatkan ketenangan batin remaja. QOUBA: Jurnal Pendidikan, 2(1), 87–89.

Jatmiko, Y. (2021). Spiritualitas Kristen di era digital: Tantangan dan peluang. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(2), 145–160.

Kirchberger, G. (2003). Allah: Pengalaman dan refleksi dalam tradisi Kristen. Ledalero.

Miller, W. R. (2015). Spiritualitas dan pemulihan: Panduan untuk profesional kesehatan mental. Jakarta: Erlangga.

Mulyono, F. (2011). Materialisme: Penyebab dan konsekuensi. Bina Ekonomi, 15(2).

Ningrum, A. J., & Kholis, M. A. (2024). Modernisasi kehidupan spiritual: Studi literatur terhadap agama digital di ruang digital. Jurnal Partisipatoris, 5(2).

Nurlaili, S., Suriyana, E., & Hariry, S. (2025). Spiritualitas di era digital: Studi literatur tentang kesejahteraan psikologis dan konsumsi konten religius di aplikasi TikTok. JPIM, 1(3), 1088–1097.

Ompusunggu, I., Nugroho, A., & Jonathans, K. R. (2026). Interkoneksi teologia doa virtual dan kepemimpinan transformatif gereja dalam misi digital global. Veritas Lux Mea, 8(1), 28–40.

Pambudi, H. T. (2015). Spiritualitas kesederhanaan (simplicity) sebagai alternatif bagi gaya hidup materialis kaum muda. Jurnal Youth Ministry, 3(1).

Paranta, B. B., et al. (2024). Konsep kepemimpinan pendeta dalam mengajar gaya hidup sederhana untuk membangun spiritualitas iman jemaat. Relinesia, 3(4), 519–520.

Patandean, Y. R., & Indrajit, R. E. (2020). Digital transformation: Generasi muda Indonesia menghadapi transformasi dunia. Yogyakarta: Andi Offset.

Sihombing, A. (2025). Spiritualitas Kristen dalam bayang-bayang virtualitas: Menafsir kehadiran ilahi dan tanggung jawab etis gereja di era digital global. Manna Rafflesia, 12(1).

Sopacoly, M., & Lattu. (2020). Kekristenan dan spiritualitas online: Cybertheology sebagai sumbangsih berteologi di Indonesia. Gema Teologika, 5(2), 138.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Zahara, T., Kurniawan, B., & Dewi, M. C. (2023). Perilaku konsumtif belanja online melalui fitur Shopee PayLater pada mahasiswa. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, 1(4), 48–56.