Ritual Menanda Tahun: Menggali Spiritualitas Ekologis Masyarakat Pakpak Di Desa Aornakan II-Pakpak Bharat
Main Article Content
Abstract
Ritual menanda tahun merupakan sebuah ritual tahunan yang mengatur perilaku masyarakat dalam kegiatan bercocok tanam dan menjalin hubungan harmonis dengan alam sebagai bentuk penghormatan agar tidak melanggar aturan atau ketentuan yang diyakini berasal dari penguasa alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat Pakpak tentang ritual menanda tahun di desa Aornakan II dan menggali nilai-nilai spiritualitas ekologis dari ritual menanda tahun dalam masyarakat Pakpak di desa Aornakan II. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Appreciative Inquiry. Informan penelitian terdiri dari, kepala desa, tokoh adat, sukut (pelaksana ritual), dengan sibeltek (saudara keluarga yang bermarga manik), kula-kula (keluarga yang menikahi berru manik dan masyarakat di desa Aornakan II. Analisis dilakukan melalui model Discovery, Dream, Design, dan Destiny untuk menggali pemahaman masyarakat, harapan ekologis, dan bentuk penerapan nilai budaya dalam kehidupan beriman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menanda tahun bukan sekadar ritual penanda musim, tetapi tradisi yang memuat penghormatan terhadap alam, larangan pembukaan hutan sembarangan, serta keyakinan akan adanya roh penjaga alam. Penelitian ini menegaskan bahwa gereja memiliki peluang besar untuk menguatkan pendidikan ekologis dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya lokal sebagai dasar pembentukan karakter beriman yang peduli lingkungan.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Andira, M. A., Pallu, D., Sari, I., & Maria, H. (2024). Merajut spiritualitas dan lingkungan: Tinjauan teologis terhadap keselamatan alam. Silih Asih, 1.
Astuti, L. (2016). Pemaknaan pesan pada upacara ritual Tabot (Studi pada simbol-simbol kebudayaan Tabot di Provinsi Bengkulu). Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 3(1). https://doi.org/10.37676/professional.v3i1.289
Badan Pusat Statistik Kabupaten Pakpak Bharat. (2024). Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut dalam angka.
Banawiratma, J. B. (2013). Proses teologi praktis melalui appreciative inquiry. Gema Teologi, 37, 124.
Banurea, E. Y. (2015). Upacara ritual menanda tahun di Sisada Rube pada masyarakat Pakpak: Kajian makna dan fungsi (Skripsi). Universitas Sumatera Utara.
Berutu, L. (2004). Upacara menanda tahun pada masyarakat Pakpak dan dampak positif yang ditimbulkannya. PT Grasindo Monoratama.
Berutu, L., & Padang, N. (2008). Mengenal upacara adat pada masyarakat Pakpak. PT Grasindo Monoratama.
Berutu, L., & Padang, N. (2013). Mengenal upacara adat masyarakat suku Pakpak di Sumatra Utara. PT Grasindo Monoratama.
Boff, L. (1997). Cry of the earth, cry of the poor. Orbis Books.
Chang, W. (2015). Moral spesial. Kanisius.
Cibro, S. G., Wuriyani, E. P., & Harahap, R. (2022). Analisis kajian semiotika tradisi lisan budaya Pakpak “Meneppuh Babah.” Sintaks, 2.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Harun, M. (2013). Alkitab sumber teologi lingkungan hidup. Obor.
Haward, A. S. (2021). Ekologi integral alternatif dalam krisis lingkungan hidup. Melintas, 37.
Hidayati, D. (2018). Batu Boraspati dan Batu Kelang serta keterkaitannya dengan kehidupan agraris masyarakat Pakpak. Berkala Arkeologi Sangkhakala, 14(27), 36–51. https://doi.org/10.24832/bas.v14i27.157
Hikmawati, F. (2020). Metodologi penelitian. PT RajaGrafindo Persada.
Kaesarea Ginting, B. (2022). Dimensi spiritualitas ekologis kalender tradisional Karo. Ledalero, 21.
Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Kompas.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.
Manik, M. (2013). Seni budaya dan adat Pakpak. Partama Mitra Sari.
Manik, P. P. (2022). Menanda tahun: Penjelasan oleh Bapak Tema Manik [Video]. YouTube.
Nur, S., Hanifah, D., & Novianti, D. (2022). Analisis kebudayaan Batak Pakpak di Sumatera. Journal of Basic Educational Studies, 2(1), 85–97.
Putri, A. S. (2021). Penyelamatan bumi dan isinya dalam pandangan ekoteologi: Sebuah analisis biblikal. Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 1(2), 164–181. https://doi.org/10.38189/jan.v1i2.76
Rabiah, S., Nathanael, H. N., & Fauzyyah, N. P. (2024). Keseimbangan alam dan manusia: Menyibak nilai-nilai ekologis budaya suku Dayak Krio berdasarkan perspektif ekologi Thomas Berry. Jurnal BATAVIA, 1(2), 85–95.
Simangunsong, B., Aritonang, H. D., Ariawan, S., Simanjuntak, H., & Harianja, R. (2021). Tanggung jawab gereja membangun gerakan eco-literacy di Kaldera Toba UNESCO Global Geopark. Epigraphe: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 5(2), 262–275.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumitri, N. W. (2018). Ritual dan dinamika hidup orang Rongga: Tradisi lisan dalam wacana etnoekologi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Wardani, I. K. (2024). Filsafat ilmu pengetahuan alam dan sosial dalam hubungannya dengan etika lingkungan. Transformation of Mandalika, 5.