Mengajar Iman di Tengah Disrupsi Digital: Inovasi Pembelajaran PAK untuk Generasi Z
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen (PAK). Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh dalam budaya digital memiliki karakteristik, pola pikir, dan gaya belajar yang berbeda dari generasi sebelumnya, sehingga menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan relevan. Artikel ini bertujuan untuk merefleksikan pentingnya teladan iman bagi Generasi Z melalui pembelajaran PAK interaktif berbasis digital. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif reflektif melalui studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku teologi pendidikan, dan kajian tentang pembelajaran digital serta karakteristik Generasi Z. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran PAK interaktif berbasis digital mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, memperkuat proses refleksi iman, serta membantu mengaitkan nilai-nilai Kristiani dengan realitas kehidupan digital yang dihadapi Generasi Z. Teladan iman, khususnya yang ditunjukkan oleh guru PAK, memiliki peran strategis dalam membentuk spiritualitas, karakter, dan sikap hidup peserta didik, baik dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital. Integrasi teknologi digital dalam pembelajaran PAK tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian materi, tetapi juga sebagai ruang dialog, refleksi, dan pembentukan komunitas iman yang kontekstual. Namun demikian, pemanfaatan teknologi harus disertai dengan sikap kritis dan etis agar tetap berorientasi pada tujuan pembentukan iman dan karakter Kristiani. Dengan demikian, pembelajaran PAK interaktif berbasis digital yang berlandaskan keteladanan iman merupakan pendekatan yang relevan dan transformatif dalam menolong Generasi Z menghidupi iman Kristen secara autentik di tengah dinamika kehidupan digital.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. London: Routledge.
Graham, E. (2017). Transforming practice: Pastoral theology in an age of uncertainty. London: SPCK Publishing.
Hess, M. E. (2014). Teaching faith in a digital age: Pedagogy for formation. New York, NY: Rowman & Littlefield.
Kimmons, R., & Veletsianos, G. (2018). Teachers and technology: Integrating technology into K–12 education. TechTrends, 62(3), 205–212.
Miller, J. P. (2019). Education and the soul: Toward a spiritual curriculum. Albany, NY: SUNY Press.
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.
Siemens, G. (2005). Connectivism: A learning theory for the digital age. International Journal of Instructional Technology and Distance Learning, 2(1), 3–10.
Suryani, N., Setiawan, A., & Putria, A. (2020). Media pembelajaran inovatif dan pengembangannya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy—and completely unprepared for adulthood. New York, NY: Atria Books.
Widodo, S., & Wahyudin. (2021). Transformasi pembelajaran berbasis digital di era society 5.0. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 125–136.
Yusuf, M., & Wibowo, A. (2020). Pengaruh pembelajaran interaktif terhadap minat belajar siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 9(1), 45–54.
Zsupan-Jerome, D. (2018). Connected toward communion: The church and social communication in the digital age. Collegeville, MN: Liturgical Press.
Zwart, H. (2019). Digitalization and moral education: Ethical challenges for education in the digital era. Educational Philosophy and Theory, 51(9),