Persepsi Masyarakat Lokal tentang Objek Wisata Salib Kasih di Kecamatan Siatas Barita

Main Article Content

Elisabeth Br. Butar Butar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi masyarakat lokal terhadap Objek Wisata Salib Kasih di Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, ditinjau dari aspek ekonomi, sosial budaya dan religi, serta lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Informan meliputi pengelola objek wisata, pedagang atau pelaku usaha, dan masyarakat lokal yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan informasi antarinforman serta memeriksa kesesuaiannya dengan hasil observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat secara umum memiliki persepsi positif, tetapi tetap kritis terhadap keberadaan Salib Kasih. Pada aspek ekonomi, destinasi ini membuka peluang usaha dan meningkatkan kesempatan memperoleh pendapatan, khususnya bagi pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Namun, manfaat ekonomi belum dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat. Pada aspek sosial budaya dan religi, Salib Kasih dipandang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang penting serta menjadi ruang interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan. Pada aspek lingkungan, kebersihan, pengelolaan sampah, dan pemeliharaan kawasan menjadi perhatian utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Salib Kasih perlu memperluas partisipasi masyarakat, mendorong pemerataan manfaat ekonomi, mempertahankan identitas sejarah dan religi, serta memperkuat pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Ismayanti. (2010). Pengantar pariwisata. Grasindo.

Irwanto. (2002). Psikologi umum. Prenhallindo.

Khairani, M. (2012). Psikologi belajar. Aswaja Pressindo.

Moleong, L. J. (2002). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Pendit, N. S. (1994). Ilmu pariwisata: Sebuah pengantar perdana. Pradnya Paramita.

Pitana, I. G., & Diarta, I. K. S. (2009). Pengantar ilmu pariwisata. Andi.

Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Andi.

Rakhmat, J. (2011). Psikologi komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Saleh, A. R. (2015). Psikologi: Suatu pengantar dalam perspektif Islam. Prenadamedia Group.

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sunaryo, B. (2013). Kebijakan pembangunan destinasi pariwisata: Konsep dan aplikasinya di Indonesia. Gava Media.

Suwantoro, G. (2004). Dasar-dasar pariwisata. Andi.

Suwena, I. K., & Widyatmaja, I. G. N. (2017). Pengetahuan dasar ilmu pariwisata. Pustaka Larasan.

Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Andi.

Yoeti, O. A. (1985). Pengantar ilmu pariwisata. Angkasa.

Yoeti, O. A. (2008). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Pradnya Paramita.