Etika Komunikasi Penyuluh Agama Kristen dalam Membangun Hubungan yang Baik dengan Masyarakat

Main Article Content

Ronatalia Sibarani

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pentingnya etika komunikasi yang diterapkan oleh Penyuluh Agama Kristen dalam membangun hubungan yang harmonis dan konstruktif dengan masyarakat. Sebagai agen perubahan (agent of change), penyuluh agama tidak hanya dituntut untuk menguasai substansi teologis, tetapi juga harus mengedepankan prinsip-prinsip etika komunikasi yang meliputi empati, kesantunan tuturan, kejujuran, inklusivitas, serta kompetensi profesional. Menggunakan metode tinjauan pustaka (literature review), studi ini menganalisis bagaimana penerapan komunikasi beretika serta kepekaan terhadap konteks budaya lokal mampu menjembatani perbedaan, mengatasi hambatan sosiologis di lapangan, dan mereduksi potensi konflik. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsistensi dalam menerapkan etika komunikasi secara signifikan mampu meningkatkan rasa saling percaya (mutual trust), mendorong keterbukaan warga, serta mempererat kolaborasi sosial antara penyuluh agama dan masyarakat binaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Arifianto, Y. A. (2020). Peran penyuluh agama Kristen dalam membangun kerukunan antarumat beragama. Jurnal Teologi Gracia Deo, 3(1), 1–13.

Banawiratma, J. B. (2010). Teologi kontekstual: Berteologi dalam konteks Indonesia. Kanisius.

Bevans, S. B. (2002). Model-model teologi kontekstual (Y. M. Florisan, Penerj.). Penerbit Ledalero.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

DeVito, J. A. (2019). The interpersonal communication book (15th ed.). Pearson Education.

Departemen Agama Republik Indonesia. (2008). Himpunan peraturan perundang-undangan di bidang bimbingan masyarakat Kristen. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Balai Pustaka.

Johannesen, R. L., Valde, K. S., & Whedbee, K. E. (2008). Ethics in human communication (6th ed.). Waveland Press.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Pedoman pelaksanaan tugas penyuluh agama Kristen. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen.

Liliweri, A. (2018). Komunikasi antarbudaya. Pustaka Pelajar.

Littlejohn, S. W., Foss, K. A., & Oetzel, J. G. (2017). Theories of human communication (11th ed.). Waveland Press.

Mulyana, D. (2017). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. PT Remaja Rosdakarya.

Mulyana, D., & Rakhmat, J. (2010). Komunikasi antarbudaya: Panduan berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya. PT Remaja Rosdakarya.

Nainggolan, C., & Simanjuntak, H. (2021). Pendekatan inkulturasi budaya dalam pelayanan pastoral di masyarakat majemuk. Jurnal Teologi Kerygma, 4(2), 85–98.

Nainggolan, K. (2021). Teologi pastoral dan komunikasi kontekstual di era digital. Penerbit STT Abdi Sabda.

Purwanto, N. (2019). Etika profesi keguruan dan penyuluhan keagamaan. Rajawali Pers.

Rangkuti, F., & Sitorus, E. (2021). Etika dan estetika komunikasi dalam pelayanan sosial keagamaan. Jurnal Komunikasi Keagamaan, 8(2), 112–125.

Sendjaja, S. D. (2014). Teori komunikasi. Universitas Terbuka.

Sihombing, A. A. (2019). Masyarakat adat, agama, dan dinamika kebudayaan lokal. Penerbit BPK Gunung Mulia.

Sitorus, E. (2020). Komunikasi interpersonal dan etika pelayanan pastoral di tengah masyarakat majemuk. Jurnal Jaffray, 18(2), 145–160.

Subagyo, A. K. (2018). Pengantar riset teologi dan pendidikan agama Kristen. Penerbit Andi.

Titaley, J. A. (2015). Masyarakat multikultural dan tugas pelayanan gereja. BPK Gunung Mulia.

West, R., & Turner, L. H. (2020). Introducing communication theory: Analysis and application (7th ed.). McGraw-Hill Education.