Pengaruh Kompetensi Spritual Penyuluh Agama Kristen Terhadap Kecerdasan Spritual Anak Binaan di Desa Tambunan Sunge Kabupaten Toba

Main Article Content

Darius Epeti
Tiur Imeldawati
Damayanti Br. Hombing

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh kompetensi spritual penyuluh agama kristen terhadap kecerdasan spiritual anak binaan di desa Tambunan Sunge Kabupaten Toba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Populasi adalah seluruh anak binaan di desa Tambunan Sunge Kabupaten Toba yang terdiri dari 3 kelompok berjumlah 80 orang dan ditetapkan sampel sebanyak 30 orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan angket tertutup sebanyak 22 butir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kompetensi spiritual penyuluh agama kristen terhadap kecerdasan spiritual anak binaan di desa Tambunan Sunge Kabupaten Toba yang dibuktikan melalui analisa data berikut ini: 1) Uji persyaratan analisis: a) uji hubungan yang positif diperoleh nilai rxy = 0,597 > rtabel (α=0,05, n=30) = 0,361. b) Uji hubungan yang signifikan diperoleh nilai thitung= 3,941 > ttabel (α=0,05, dk = n-2=28) = 2,048. 2) Uji pengaruh: a) Uji persamaan regresi, diperoleh persamaan regresi ????̂ = 19,06 + 0,61X. b) Uji koefisien determinasi regresi (r2) = 35,7%. 3) Uji hipotesis dengan menggunakan uji F diperoleh Fhitung > Ftabel = (α=0,05, dk pembilang k=16, dk penyebut=n-2=30-2=28) yaitu 15,54 > 1,62. Dengan demikian hipotesa yang diajukan yaitu terdapat pengaruh positif dan signifikan spiritual penyuluh agama kristen terhadap kecerdasan spiritual anak binaan di desa Tambunan Sunge Kabupaten Toba (Ha) diterima dan (Ho) di tolak.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Arifin, Z. (2009). Bimbingan penyuluhan Islam: Pengembangan dakwah melalui psikoterapi Kristen. PT Raja Grafindo Persada.

Arikunto. (2011). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. PT Rineka Cipta.

Djamil, N. (2013). Anak bukan untuk dihukum. Sinar Grafika.

Hendrawan, S. (2009). Spiritual manajemen. PT Mizan Pustaka.

Hurlock, E. (1980). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.

Ismail, A. (2004). Selamat berkembang. BPK Gunung Mulia.

Izzul Fatawi. (2015). Problematika pendidikan Islam modern. IAIN Nurul Hakim, 8(2).

Jerry. (2023). Kompetensi guru Pendidikan Agama Kristen. Feniks Muda Sejahtera.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2012). Petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional penyuluh agama.

Lembaga Alkitab Indonesia. (2023). Alkitab terjemahan baru. Lembaga Alkitab Indonesia.

Marsaid. (2015). Perlindungan hukum anak pidana dalam perspektif hukum Kristen. NoerFikri.

Marshall, D. Z. (2001). Kehidupan, SQ: Memanfaatkan kecerdasan spiritualitas dalam berpikir integralistik dan holistik untuk memaknai. Mizan Media Utama.

Moh Rosyid. (2018). Kontribusi penyuluh agama dalam meminimalisasi bunuh diri: Konseling religi, 5(2), 369.

Nugraha, A. (2005). Metode pengembangan sosial emosional. Universitas Terbuka Press.

Romly, A. M. (2001). Penyuluhan agama menghadapi tantangan baru. PT Bina Rena Pariwara.

Safaria, T. (2007). Perkembangan spiritualitas anak. Graha Ilmu.

Soejanto, A. (2005). Psikologi perkembangan. Rineka Cipta.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suparsaputra, U. (2013). Menjadi guru berkarakter. PT Refika Aditama.

Susanto, A. (2011). Perkembangan anak usia dini: Pengantar dalam berbagai aspeknya. Kencana.

Sutriyati. (2013). Strategi peningkatan potensi kecerdasan spiritual dan perilaku keagamaan siswa di MAN 2 Kota Cirebon [Tesis, IAIN Syekh Nurjati Cirebon].

Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar pendidikan anak usia dini. Hikayat Publishing.

Yusuf, S. (2012). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Remaja Rosdakarya.