Kualitas Pelayanan Penyuluh Agama Kristen dalam Membentuk Karakter Anak di Dusun II Desa Sipahutar Kecamatan Sipoholon
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan Penyuluh Agama Kristen dalam membentuk karakter anak di Dusun II Desa Sipahutar Kecamatan Sipoholon serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan pelayanan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yang terdiri atas Penyuluh Agama Kristen, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh), rekan sejawat, orang tua, dan anak-anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Analisis data menggunakan teori Miles, Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Penyuluh Agama Kristen dalam membentuk karakter anak di Dusun II Desa Sipahutar tergolong baik. Pelayanan dilaksanakan secara rutin satu kali dalam seminggu melalui kegiatan doa bersama, pujian dan penyembahan, pembacaan serta penyampaian firman Tuhan, cerita Alkitab, diskusi, permainan edukatif, dan pemberian keteladanan. Penyuluh menunjukkan sikap ramah, sabar, komunikatif, dan bertanggung jawab sehingga mampu menjalin hubungan yang baik dengan anak-anak, orang tua, dan masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Penyuluh Agama Kristen tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program penyuluhan, tetapi juga oleh keteladanan penyuluh, pendekatan pelayanan yang persuasif dan komunikatif, serta konsistensi pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan. Temuan lainnya menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak merupakan hasil sinergi antara pelayanan penyuluh dan keterlibatan orang tua dalam membimbing anak di lingkungan keluarga. Dampak pelayanan terlihat dari meningkatnya kebiasaan anak untuk berdoa, membaca Alkitab, mengikuti ibadah, bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, menghormati orang tua, serta mampu menjalin hubungan yang baik dengan teman sebaya. Faktor pendukung pelayanan meliputi metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak, keteladanan penyuluh, serta kerja sama yang baik antara penyuluh dan orang tua. Adapun faktor penghambat yang masih ditemukan adalah kurangnya perhatian sebagian orang tua karena kesibukan bekerja, pengaruh lingkungan pergaulan, dan penggunaan telepon genggam secara berlebihan oleh anak-anak.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Abdika, Y. (2019). Pengaruh metode tanya jawab terhadap hasil belajar siswa. Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Gorontalo, 3(2), 14–15.
Akbar-Hawadi, R. (2001). Psikologi perkembangan anak. PT Grasindo.
Anastasia, P. (2024). Pembentukan karakter anak di sekolah melalui strategi pendidikan agama Kristen. Jurnal Penggerak, 6(1), 104–132. https://doi.org/10.62042/jtp.v6i1.84
Bandura, A. (2018). Social learning theory. Prentice-Hall.
Boehlke, R. R. (2011). Sejarah perkembangan pikiran dan praktik pendidikan agama Kristen. BPK Gunung Mulia.
Damanik, R. H., Pasaribu, L., & Nababan, D. (2023). Kualitas pelayanan sekolah minggu terhadap pembentukan karakter anak. Jurnal Magistra, 1(4), 144–149. https://doi.org/10.62200/magistra.v1i4.65
Emir. (2011). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. PT Rajagrafindo Persada.
Gunawan, H. (2017). Pendidikan karakter. Alfabeta.
Idad, S. (2016). Psikologi perkembangan anak usia dini. PT Remaja Rosdakarya.
Kunci, K., & Penyuluh Agama. (2025). Peran penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Barat pada wilayah binaan: The role of Christian religious extension workers at the Office of the Ministry of Religious Affairs, Seram Bagian Barat District, in the fostered area (pp. 385–410).
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Mulyasa, E. (2017). Menjadi guru profesional. PT Remaja Rosdakarya.
Nababan, A., Sari, A. N. P., Manalu, G. J., Hutagalung, T. I., & Waruwu, A. (2024). Metode dan teknik bimbingan penyuluh agama. PT Scifintech Andrew Wijaya.
Nainggolan, R. B. M., Sipahutar, M. A., Sihombing, L., & Sipahutar, M. (2023). Peningkatan kemampuan komunikasi yang empatik dan asertif remaja dan orang tua melalui bimbingan kelompok dengan teknik pemberian informasi (ceramah). JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 10(2), 138–148. https://doi.org/10.21009/jkkp.102.02
Ndruru, Y., Septiani, G. G., & Laia, S. (2024). Pembentukan karakter Kristen: Implikasi teologi terhadap praktik pengajaran PAK. Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik, 2(2), 134–147. https://doi.org/10.61132/tritunggal.v2i2.268
Nurgiyantoro, B. (2005). Tahapan perkembangan anak dan pemilihan bacaan sastra anak. Cakrawala Pendidikan, 2.
Sidjabat, B. S. (2011). Membangun pribadi unggul: Suatu pendekatan teologis terhadap pendidikan karakter. Andi.
Sihombing, R. A. (2025). Penerapan metode dan teknik penyuluhan agama Kristen kepada masyarakat kaum anak-anak di PAUD KB Beringin Permai Perumnas Pagar Batu “Bersyukur dan berdoa senantiasa” dalam 1 Tesalonika 5:17–18. [Nama jurnal tidak tersedia], 4(1), 6.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D.