Analisis Metode Pengajaran Guru Sekolah Minggu dan Implikasinya Bagi Tingkat Kehadiran Anak Usia 7-12 Tahun di Gereja Protestan Persekutuan Resort Sukadono Medan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya metode pengajaran yang efektif dalam meningkatkan kehadiran anak Sekolah Minggu usia 7-12 tahun di Gereja Protestan Persekutuan (GPP) Resort Sukadono Medan. Kurangnya variasi metode pengajaran seringkali menyebabkan menurunnya minat dan kehadiran anak dalam mengikuti kegiatan Sekolah Minggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengajaran yang digunakan oleh guru Sekolah Minggu serta implikasinya terhadap tingkat kehadiran anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran yang bervariasi seperti bercerita, bernyanyi, bermain, dan penggunaan media visual dapat meningkatkan minat dan kehadiran anak. Sebaliknya, metode yang monoton dan kurang interaktif cenderung membuat anak menjadi bosan dan kurang termotivasi untuk hadir. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru Sekolah Minggu perlu mengembangkan kreativitas dan variasi dalam metode pengajaran agar dapat meningkatkan partisipasi dan kehadiran anak secara konsisten. Kesimpulannya, metode pengajaran memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan tingkat kehadiran anak Sekolah Minggu. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi agar kegiatan Sekolah Minggu menjadi lebih menarik dan bermakna bagi anak-anak.
Downloads
Article Details
Issue
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Agnes, E. (2019). Peran orang tua sebagai motivator anak untuk Sekolah Minggu. Jurnal STIPAK Malang, 3.
Amelia, A. (2024). Pendidikan anak dalam Amsal 22:6. Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 9(2), 297–313.
Ariani, E. (2022). Pengembangan kreativitas mengajar guru Sekolah Minggu. Jurnal Teologi Rahmat, 8(2).
Caroles, J. D., Nugroho, A. E., & Jonathans, K. R. (2025). Sinergi orang tua dan guru Sekolah Minggu dalam pembentukan karakter rohani anak usia dini: Tinjauan biblis Amsal 29:17. Metanoia, 7(2), 62–81.
Christian, N. G., Wening, S., & Dianto, H. (2023). Peranan gereja terhadap pengembangan potensi anak Sekolah Minggu. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 3.
Daud, M. I. (2022). Perkembangan kurikulum Sekolah Minggu gereja-gereja di Manado. Publica Indonesia Utama.
Hulu, A. (2025). Kolaborasi antara mahasiswa PPL dan guru Sekolah Minggu dalam meningkatkan kehadiran anak di Gereja BNKP Siona. Jurnal Psikososial dan Pendidikan, 1(2), 633–643.
Kristiono, T., & Perdana, D. P. (2019). Hambatan guru dan pelayanan Sekolah Minggu di Gereja Kristen Jawa Jebres Surakarta. Jurnal Teologi Gracia Deo, 1(2), 90–100.
Lestari, A., Silaen, R. T., & Lawalata, M. (2023). Metode mengajar guru Sekolah Minggu dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 1(3), 64–83.
Lie, P. (2003). Mereformasi Sekolah Minggu. ANDI.
Manik, D. (2025). Strategi guru-guru dalam meningkatkan pelayanan Sekolah Minggu di GSJA Syalom Perumnas Silangkitang. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 4(4), 6963–6979.
Mulyadi. (2014). Pengaruh keluarga terhadap kehadiran anak di Sekolah Minggu. Penerbit Kristen.
Nelly, & Siahaan, S. (2023). Pentingnya metode mengajar bagi guru Sekolah Minggu: Refleksi Injil Markus. Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral, 4(1), 37–49.
Olyvia, N., Deak, V., & Prihanto, J. (2025). The influence of Sunday School teacher creativity on the attendance level of Sunday School children. Indonesian Journal of Christian Education and Theology, 2(2).
Purba, F. D., Manullang, M., & Simorangkir, J. (2024). Perspektif anak Sekolah Minggu usia 8–12 tahun di GPP Siaro tentang penggunaan metode pembelajaran bervariasi dalam meningkatkan jumlah kehadiran. Jurnal Trust Pentakosta, 1(1), 15–26.
Sakati, A. M., & Tafonao, T. (2025). Peningkatan kompetensi guru Sekolah Minggu melalui pelatihan kontekstual penyusunan bahan ajar kreatif di Bethel Church Malaysia. Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 6(3), 785–794.
Sari, R. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi kehadiran anak dalam Sekolah Minggu. Jurnal Pendidikan Agama Kristen.
Siswoyo, H. (2018). Sekolah Minggu sebagai sarana dalam membentuk iman dan karakter anak. Sanctum Domine: Jurnal Teologi, 7(1), 121–134.
Sitinjak, A. (2025). Wawancara dengan Adi Sitinjak, anak Sekolah Minggu di Gereja Protestan Persekutuan [Wawancara].
Sitorus, H. (2019). Analisis pengembangan variasi mengajar guru Sekolah Minggu. Jurnal Kristian Humaniora, 3(2), 162–168.
Sopiana, L., Mau, M. L., Nubatonis, F., & Iwan, I. (2023). Peranan guru Sekolah Minggu dalam meningkatkan pertumbuhan iman anak Sekolah Minggu di GGRI Jemaat Kolam Siloam Sebente Kecamatan Teriak. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 2(2), 143–149.
Sugiono, S., & Hardori, J. (2020). Domain desain pembelajaran inkarnatif. Diegesis: Jurnal Teologi, 5(2), 14–24.
Sugiyono. (2005). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suharno, A. (2020). Peran Sekolah Minggu dalam pembinaan iman anak: Studi kasus di Gereja Protestan. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen.
Sumarno, Y., & Marlissa, C. R. (2020). Pengaruh kreativitas bercerita guru Sekolah Minggu terhadap minat anak beribadah di GBI Petamburan. Edukasi: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 11(2), 89–99.
Supardi, & Lastari, Y. (2023). Pembinaan rohani anak Sekolah Minggu oleh guru Pendidikan Agama Kristen di GKII Gracia Lebak Ubah. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 1(1).
Supriyadi, D. (2021). Implementasi best practice dalam Pendidikan Agama Kristen di Sekolah Minggu. Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK), 1(2), 108–123.
Tangponno, S. (2025). Analisis metode mengajar guru Sekolah Minggu dalam menumbuhkan konsentrasi anak di Gereja Toraja Jemaat Hermon Tombang. Institut Agama Kristen Negeri Toraja.
Tasik, R. (n.d.). Implementasi model ibadah Sekolah Minggu kreatif-interaktif untuk meningkatkan kehadiran anak dalam ibadah Sekolah Minggu.
Tjokrohandoko, S., Yulia, T., & Rombe, E. (2021). Strategi pembelajaran Sekolah Minggu yang efektif meningkatkan antusias anak mengikuti ibadah online di Gereja Baithani Kahal Semarang. Journal of Theological Students, 10(2), 82–98.
Yunita, T. R., & Laras, L. (2023). Perspektif Yesus tentang anak dalam Markus 10:13–16 ditinjau dari teori psikologi sosial. Jurnal Pistis: Teologi dan Praktika, 23(1), 16–29.
Zebua, Z., & Tapilaha, S. R. (2025). Pembelajaran kreatif di Sekolah Minggu: Dampaknya terhadap pertumbuhan spiritual anak. Jurnal Voice, 5(2), 80.